Marah Besar, Panglima TNI Copot Danlanud JA Dimara Buntut Kasus Injak Kepala Warga di Merauke
Instagram/puspentni
Nasional

KSAU menuruti perintah Panglima TNI untuk mencopot prajuritnya yang menginjak warga difabel Papua. Sebelumnya, KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo telah meminta maaf atas kejadian ini.

WowKeren - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo telah meminta maaf atas aksi kedua prajuritnya yang menginjak kepala warga Papua. Diketahui, belakangan ini media sosial memang dihebohkan dengan aksi dua prajurit TNI AU menginjak warga Papua yang merupakan difabel.

Kejadian tersebut membuat Panglima TNI Marsekal, Hadi Tjahjanto marah besar. Bahkan Hadi Tjahjanto meminta Marsekal Fadjar mencopot dua prajurit tersebut paling lambat malam ini, Rabu (28/7).

"Kenapa tidak peka, memperlakukan disabilitas seperti itu," ujar Hadi dari keterangan tertulis seperti dilansir dari CNNIndonesia pada Rabu (28/7). "Itu yang membuat saya marah. Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militernya-nya."

"Jadi saya minta malam ini langsung serah-terimakan," sambung Hadi. "Saya minta malam ini sudah ada keputusan (soal pencopotan pejabat) itu."


Hadi kemudian menjelaskan alasan pencopotan prajurit TNI itu karena dinilai tak bisa membina anggotanya. "Karena mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka, memperlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," ungkapnya.

Perintah dari Panglima TNI tersebut pun langsung dilalukan oleh Marsekal Fadjar. Dalam keterangannya, Marsekal Fadjar mengatakan bahwa pencopotan Komandan Lanud (Danlanud) dan Komandan Satuan POM (Dansatpom) Lanud JA Dimara adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pihaknya.

Fadjar mengatakan bahwa keputusan untuk mencopot 2 prajuritnya tersebut dilakukan setelah evaluasi serta pendalaman atas peristiwa yang terjadi di Kota Merauke itu. Ia juga menyebut bahwa penanganan perkara ini akan terus berlanjut dan dilakukan secara transparan.

"Penggantian ini adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kejadian yang berlaku," kata Marsekal Fadjar Prasetyo dalam video pada Rabu (28/7). "Komandan satuan bertanggung jawab atas pembinaan anggotanya. Penanganan ini kita lakukan secara transparan dan sesuai aturan."

Di sisi lain, Kepala Dinas Penerangan AU (Kadispenau) Marsma Indan Gilang Buldansyah sebelumnya menuturkan insiden ini terjadi akibat salah paham. Pria yang menjadi korban kedua oknum TNI AU itu diduga mabuk dan bertengkar dengan pemilik warung, sehingga kedua prajurit hendak melerai, namun cara yang digunakan terlalu berlebihan.

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts