Alami Kesulitan Di Masa Pandemi, Ibu Rumah Tangga Gadaikan Kartu PHK Demi Sesuap Nasi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dampak dari pandemi COVID-19 sangat dirasakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya yang berpenghasilan rendah. Selain itu juga dampak dari kebijakan pemerintah yang membatasi aktivitas masyarakat.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia selama lebih dari satu tahun ini membuat banyak masyarakat yang mengalami kesusahan, khususnya di bidang perekonomian. Selama pandemi, pemerintah menerapkan kebijakan yang membatasi aktivitas masyarakat.

Kebijakan pemerintah tersebut membuat sektor perekonomian kelas menengah ke bawah kalang kabut. Seperti yang terjadi pada salah seorang ibu rumah tangga di Surabaya yang terpaksa harus menggadaikan kartu Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos). Hal ini dilakukannya demi bisa menyambung hidup di tengah pandemi.

Ibu rumah tangga itu diketahui identitasnya adalah Vita yang tinggal di Pogot Baru Gang Karya Bakti Nomor 64, Surabaya. Hal ini pun terdengar oleh Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Armuji akhirnya membantu dengan menebus kartu PKH yang telah digadaikan itu sebesar Rp550 ribu.


Armuji menerangkan bahwa hal tersebut terpaksa dilakukan Vita untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya. Vita mengaku terpaksa melakukannya sebab tidak memiliki penghasilan. Biasanya Vita berjualan pentol di Sekolah Wachid Hasyim tetapi kini tidak bisa berjualan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diterapkan.

Lebih lanjut, Tim Armuji mewakili Wawali diketahui mendatangi kediaman Vita pada Rabu (28/7), sembari menyerahkan bingkisan sembako dan modal usaha dari Armuji. "Di masa pandemi memang banyak warga yang kehilangan pekerjaan, sudah kewajiban kami untuk membantu warga tersebut, termasuk Bu Vita ini," terang Armuji.

Armuji menerangkan bahwa dirinya mengetahui keadaan Vita dari pemberitaan yang beredar, kemudian ia pun meminta stafnya agar segera mendatangi warga tersebut. Dari kejadian ini, menjadi pengalaman agar jaring pengaman sosial di Kota Surabaya lebih dioptimalkan perannya.

Selain itu, Armuji juga meminta data warga untuk menjadi perhatian pemerintah kota dalam memberikan intervensi bagi masyarakat, khususnya yang berpenghasilan rendah. "Kami akan meminta lurah, camat hingga dinas sosial untuk lebih responsif apabila menemui warga yang mengalami kesulitan seperti ini, saya ingin kota ini dijaga bersamanya," tanda Armuji.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts