Kena Dampak Langsung, Pengusaha Hotel Di Jatim Jual Aset Untuk Bisa Bertahan Saat PPKM Level 4
Nasional
PPKM Darurat

Pandemi COVID-19 ini memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat. Adanya pandemi membuat kegiatan perekonomian mengalami penurunan drastis, salah satunya sektor perhotelan.

WowKeren - Keadaan perekonomian di Indonesia selama pandemi mengalami kegoyahan. Banyak sektor yang harus mengalami kerugian hingga gulung tikar akibat pandemi yang berlangsung.

Seperti yang diketahui, selama pandemi berlangsung di Indonesia, pemerintah membuat kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Hal ini dilakukan pemerintah agar bisa mengendalikan dan menurunkan angka penyebaran COVID-19. Adapun salah satu kebijakan yang dimakud adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Kebijakan pemerintah tersebut, membawa dampak bagi sektor perhotelan. Sejumlah pemilik hotel di Jawa Timur (Jatim) diketahui menjual asetnya untuk bertahan hidup di tengah penerapan PPKM Darurat atau Level 4.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Retoran Indonesia (PHRI) Jatim, Dwi Cahyono mengatakan bahwa sebelum adanya penerapan PPKM, keadaan hotel di Jatim memang sudah tertekan. Hal ini sudah terjadi sejak merebaknya COVID-19.


Cahyono mengungkapkan okupansi hotel merosot hingga rata-rata tinggal 10 persen saja. Kemudian hal ini terus terjadi hingga akhirnya sejumlah daerah mengalami keterpurukan dan okupansi mencapai 0 persen.

Cahyono mendapatkan laporan akibat keadaan yang terpuruk itu membuat mereka mulai melakukan efisiensi dengan mengurangi jumlah karyawan. Tidak hanya itu, mereka juga sampai menjual asetnya.

"Kalau Surabaya, masih sekitar 15 persen, tapi di daerah lain itu parah. Di Kediri, itu sampai nol persen, sudah enggak ada tamu. Kalau di rata-rata di bawah 10 persen," terang Cahyono, Kamis (29/7). "Sekarang saja sudah mulai jual aset, tapi yang di luar bisnis hotel dan restoran. Ya tujuannya biar enggak sampai efisiensi karyawan terus."

Lebih lanjut, Cahyono mengatakan bahwa PHRI sebenarnya sudah berkomunikasi dengan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak terkait anjloknya sektor perhotelan. Lantas ia berharap mendapat stimulus dan terus diberikan, seperti keringanan pajak hingga bantuan atau suntikan bantuan dari pemerintah.

"Karena tidak ingin dengan kondisi ini, sebaiknya diberi stimulus, biar tidak bertambah karyawan yang dirumahkan," tandas Cahyono. "Itu kan berarti nanti jadi beban lagi buat pemerintah."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts