Gubernur Bali Ungkap 60 Persen Warganya Yang Terpapar COVID-19 Belum Divaksin
Instagram/kostergubernurbali
Nasional
COVID-19 di Indonesia

COVID-19 varian Delta hingga saat ini masih terus menyebar dan menularkannya dengan cepat ke masyarakat Bali. Gubernur Bali lantas mengungkapkan terkait dengan keefektifan vaksinasi COVID-19.

WowKeren - Kasus COVID-19 di Indonesia, belakangan ini masih menunjukkan angka yang tinggi. Bahkan juga masih ada sejumlah daerah yang mengalami kenaikan kasus COVID-19.

Bali menjadi salah satu daerah yang kasusnya masih tinggi. Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan bahwa efektivitas vaksin COVID-19 dalam mencegah penularan serta mengurangi risiko kematian. Berdasarkan data yang dilaporkan padanya, menunjukkan bahwa warga Bali positif COVID-19 itu mayoritas belum divaksin.

"Berdasarkan penelusuran, orang yang terkena COVID-19 sebanyak 40 persen sudah divaksin dan sebagian besar yaitu sebanyak 60 persen belum divaksin," tutur Koster dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7). "Ini menjadi bukti bahwa vaksinasi sangat efektif mengurangi risiko penularan COVID-19."

Kemudian untuk pasien COVID-19 yang meninggal, Koster mengungkapkan hanya mencapai 7 persen yang sudah menerima vaksin. Sedangkan 91 persen lainnya dari total kematian akibat COVID-19, belum menerima vaksin. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa vaksinasi COVID-19 sangat efektif mengurangi risiko kematian bagi pasien.


Lebih lanjut, Koster mengatakan bahwa data menunjukkan pasien COVID-19 yang meninggal, sebagian besar karena penyakit bawaan atau komorbid. Sedangkan lainnya bukan karena penyakit komorbid.

Adapun penyakit komorbid yang dimaksud adalah penyakit gula atau diabetes melitus sebanyak 28,1 persen, tekanan darah tinggi atau hipertensi 17,9 persen, gagal ginjal 17,9 persen, jantung 11,1 persen, paru-paru 9,3 persen. Koster menuturkan bahwa varian Delta hingga saat ini masih menyebar dan meningkat di Bali.

Bahkan saat ini, kasus COVID-19 di Bali sudah mencapai lebih dari seribu kasus per hari. Pada Kamis (29/7), muncul kasus baru sebanyak 1,452 orang. "Astungkara yang sembuh mencapai 955 orang, dan yang meninggal sebanyak 44 orang," ungkapnya.

Koster menjelaskan sejak awal pandemi COVID-19 pada Maret 2020 lalu, hingga 28 Juli 2021, total kasus telah mencapai 72.555 orang. Kemudian angka kematian, mencapai 2.060 orang. "Terlihat bahwa yang melakukan isolasi mandiri di rumah sangat tinggi, yang berpotensi terjadi penularan COVID-19 dalam klaster keluarga dengan sangat cepat," tandas Koster.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts