Viral Cuitan 'Mati Corona Ala Madura', Presiden Jokowi Gandeng Para Ulama Dalam Hadapi Pandemi
Instagram/jokowi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Cuitan dari salah satu warganet di media sosial Twitter belakangan ini menjadi buah bibir masyarakat. Cuitan tersebut menggambarkan keadaan masyarakat Madura di tengah pandemi COVID-19.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan, dunia maya kembali digegerkan dengan cuitan salah seorang warganet pemilik akun Twitter @Antonius061. Akun tersebut diketahui menuliskan cuitan mengenai "mati Corona ala Madura".

Cuitan itu seperti menggambarkan kondisi masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan seakan-akan tidak ada virus COVID-19. Hal itu pun dinilai sudah terbentuk secara kultural. "Memang Madura ini rupanya kulturalnya ya kultur yang memang sedikit perlu penanganan khusus karena sejarah menunjukkan hal yang sama," tutur epidemiolog Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya, Windhu Purnomo kepada detik.com, Minggu (1/8).

Windhu menuturkan bahawa kultur tersebut terbentuk karena sejumlah faktor, salah satunya terkait dengan pendidikan. "Persepsi risikonya (warga Madura) rendah tentang penyakit menular, itu rendah, itu bisa karena pendidikan yang kurang memadahi," terangnya.

Lebih lanjut, Windhu mengatakan bahwa peran ulama dalam masyarakat Madura sangat penting. Maka dari itu, ia menyarankan untuk menggandeng para ulama dalam menyadarkan pentingnya protokol kesehatan di Madura.


"Makanya didekati para ulama, kita dekati ulamanya," tandas Windhu. "Saya pernah mengobrol dengan beberapa ulama di sana di dalam sebuah webinar, ada yang bagus para ulamanya, tetapi itu hanya beberapa saja, yang lain itu ya sama dengan masyarakatnya."

Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya para ulama untuk bersama-sama berikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi pandemi COVID-19. Menurut Jokowi, pemuka agama memiliki peran yang besar.

"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas berbagai upaya, bantuan, dan juga dukungan dari alim ulama, dari para pemuka agama, dan para mubalig yang selalu mengajak umat untuk mematuhi protokol kesehatan, membantu percepatan vaksinasi COVID-19, serta membimbing umat melalui situasi yang sulit ini," tutur Jokowi dalam acara Zikir dan Doa Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka, secara virtual di Istana Kepresidenan, Bogor, Minggu (1/8).

Jokowi mengatakan bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan berkah rahmat dari Allah. Kemudian, ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan merupakan hasil dari persatuan dan kebersamaan seluruh anak bangsa. Ia pun meyakini hal itu bisa terus berlangsung, apalagi di tengah pandemi seperti saat ini.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts