Seperti yang diketahui, Indonesia hingga saat ini masih berada dalam masa pandemi COVID-19. Pemerintah terus berupaya dalam menanganinya, salah satunya dengan melaksanakan vaksinasi.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Senin, 02 Agustus 2021 - 16:11 WIB
WowKeren - Vaksinasi COVID-19 menjadi salah satu upaya efektif dalam menangani pandemi. Pemerintah Indonesia hingga saat ini juga terus menggencarkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 guna bisa segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity.
Mendukung upaya dari pemerintah dalam percepatan vaksinasi COVID-19, Polda Metro Jaya turut menggelar program Vaksinasi Merdeka. Program ini dilaksanakan pada Senin (2/8), hari ini. Salah satu lokasi yang menjadi pelaksanaannya adalah RW 001 Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur.
Akan tetapi, pelaksanaan Vaksinasi Merdeka di Ciracas itu batal digelar karena tenaga kesehatan (nakes) tidak hadir. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) RW 001, Riyanti.
"Pukul 08.00 WIB, pas warga sudah mulai antre, datang Pak Bimaspol bilang kalau vaksinasi batal karena nakesnya kurang," tutur Riyanti, Minggu (1/8) kepada Tribun Jakarta. "Pas tahu kalau vaksinasi batal ya warga kecewa."
Sementara itu, Lurah Ciracas, Rikia Marwan mengatakan bahwa vaksinasi bagi warga RW 001 itu bukan tidak jadi digelar, melainkan akan digabung dengan RW 006. "Enggak batal, tetapi digabung di RW 006," terang Rikia kepada Kompas.com, Senin (2/8).
Rikia lantas menyebutkan bahwa Vaksinasi Merdeka bagi warga RW 001 dan 006 melebihi target. "Vaksinnya AstraZeneca untuk usia 18 tahun ke atas, belum ada kendala, responsnya juga tinggi, sudah mencapai target kemarin, ada 203 warga yang divaksin, targetnya 200," tandas Rikia.
Di sisi lain, Juru Bicara (Jubir) Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa ada sejumlah kendala yang membuat vaksinasi belum berjalan maksimal. Meski demikian, ia memastikan bahwa pasokan vaksin COVID-19 di Indonesia bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.
"Jumlah vaksin yang tersedia dan dibutuhkan sebanyak 426 juta dosis, dikirimkan dari produsen secara bertahap sampai dengan Desember 2021," tutur Nadia kepada Tempo, Minggu (1/8).
Nadia mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 adalah salah satunya adanya perubahan sejak 1 Juli lalu, sehingga membuat prosesnya menjadi tersendat. Selain itu juga adanya keterbatasan jumlah produksi vaksin Sinovac yang dibuat oleh Bio Farma.
(wk/tiar)