Komnas KIPI Tak Temukan Cukup Bukti Untuk Kaitkan Kematian Trio Dengan Vaksin AstraZeneca
AFP/Jean-Francois Monier
Nasional
Vaksin COVID-19

Otopsi klinis jenazah Trio Fauqi Firdaus dilakukan oleh Departemen Forensik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan sangat teliti sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

WowKeren - Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) memberikan penjelasan terkait hasil otopsi jenazah Trio Fauqi Firdaus. Sebagai informasi, mendiang Trio dilaporkan meninggal dunia di usia 22 tahun pada Mei 2021 lalu usai menerima vaksin AstraZeneca.

Komnas KIPI menyimpulkan tidak ada indikasi yang mengaitkan kematian Trio dengan Vaksin AstraZeneca. Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari selaku Ketua Komnas KIPI menjelaskan bahwa otopsi klinis dilakukan oleh Departemen Forensik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dengan sangat teliti sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama.

"Kesimpulannya, tidak cukup bukti sampai dengan saat ini untuk mengaitkan KIPI yang terjadi dengan imunisasi yang diberikan," jelas dr Hindra dalam keterangan di situs resmi Kementerian Kesehatan, dikutip pada Selasa (2/8). "Hasil otopsi klinis juga tidak menunjukkan adanya pembekuan darah, atau blood clot, yang selama ini diduga dapat ditimbulkan karena vaksin AstraZeneca."

Sementara itu, Dr. dr. Ade Firmansyah Sugiharto, Sp.F.M (K) selaku Ketua Tim Otopsi Klinis RSCM mengungkapkan bahwa proses otopsi jenazah Trio memiliki tingkat kesulitan tinggi. Pasalnya, jenazah baru diotopsi setelah dikebumikan selama sekitar dua pekan.


"Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh secara makroskopik dan mikroskopik serta laboratorium dengan melibatkan ahli kedokteran forensik dan medikolegal, patologi anatomik, patologi klinik, mikrobiologi, dan ilmu penyakit dalam," paparnya. "Dari hasil autopsi klinis ditemukan kelainan di paru, namun tidak adekuat untuk ditetapkan sebagai penyebab kematian karena jenazah telah membusuk lanjut saat diotopsi."

Kembali ke dr Hindra, kejadian ini disebutnya menjadi catatan serius bagi Komnas KIPI meski belum ada cukup bukti yang mengaitkannya dengan Vaksin AstraZeneca. Anggota Komnas KIPI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia telah diinstruksikan untuk terus memantau pelaksanaan vaksinasi, terutama vaksinasi COVID- 19.

"Sebagai lembaga independen yang telah berdiri sejak 23 tahun lalu, kejadian ini tentu saja akan menjadi catatan bagi kami. Kami sudah menginstruksikan anggota kami yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota di seluruh Indonesia untuk terus memantau pelaksanaan vaksinasi, khususnya vaksinasi COVID-19," terang dr Hindra. "Jika ditemukan kasus serupa, maka Komnas KIPI akan melakukan mengkaji kembali."

Sebelumnya, pihak keluarga Trio telah menerima hasil otopsi pada 27 Juli lalu. Kakak kandung Trio, Viki, mengungkapkan bahwa tidak ditemukan tanda- tanda penyakit bawaan atau komorbid yang menyebabkan adiknya meninggal dunia.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts