Terduga Pelaku 'Wafer Isi Silet' di Jember Berhasil Ditangkap, Motifnya Demi Tolak Bala Wabah
Unsplash/ Patrick Perkins
Nasional

Pihak kepolisian akhirnya telah berhasil menangkap terduga pelaku yang membagikan wafer berisi silet kepada anak-anak di Jember, Jawa Timur. Ia merupakan seorang pengangguran berinisial AG.

WowKeren - Teror pemberi wafer berisi silet ke anak-anak di Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sempat menghebohkan publik. Pihak kepolisian akhirnya telah berhasil menangkap terduga pelaku yang merupakan seorang pengangguran berusia 43 tahun berinisial AG.

"Tadi sudah kita amankan dengan dibantu Polsek Patrang. Terduga pelaku mengakui semua perbuatannya," jelas Kepala Satreskrim Polres Jember, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, kepada Merdeka.com pada Selasa (3/8).

Tempat tinggal terduga pelaku rupanya tidak jauh dari lokasi diedarkannya wafer isi silet tersebut. Meski sudah mengakui perbuatannya, AG masih belum ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

"Pria yang kami amankan ini, berusia 43 tahun, tinggal di Jalan Manggis, masih satu kelurahan dengan pelapor kemarin. AG ini tinggal seorang diri di rumahnya dan sedang tidak bekerja," terangnya. "Dia mengaku beraksi seorang diri. Masih kami dalami konstruksi hukumnya, termasuk pasal yang akan dikenakan."

AG kini masih dalam pemeriksaan polisi. Menurut Komang, AG menyebar wafer isi silet tersebut untuk menolak bala.


"Yang bersangkutan memang sengaja membuat snack untuk menolak bala wabah. Merasa paranoid, sehingga mempersiapkan wafer disisipi benda tajam dikemas kembali," terang Komang.

Selain itu, ini bukan pertama kali AG melancarkan aksinya. Komang mengungkapkan AG sudah pernah 10 kali melancarkan aksi serupa. Selain membagikan wafer isi silet ke anak-anak, AG juga meletakkan bungkus wafer tersebut di jalanan.

"Ditaruh di jalan, diambil orang sewaktu-waktu, kebetulan kemarin anak-anak. Sudah 10 kali," pungkasnya.

Sebelumnya, kasus wafer isi silet ini dilaporkan oleh warga Kecamatan Patrang, Muhammad Yusuf, pada Jumat (30/7) pekan lalu. Yusuf mengungkapkan bahwa putranya yang masih berusia 9 tahun sempat didatangi pria tak dikenal dan diberi tiga bungkus wafer.

Bocah laki-laki tersebut lantas tersedak kala memakan wafer dari bungkus pertama. Kala Yusuf membantu putranya memuntahkan snack tersebut, didapati adanya potongan benda tajam seperti silet dan paku payung seukuran kerikil.

Kala dua bungkus wafer lainnya diperiksa, ditemukan pula potongan silet dan benda tajam di dalamnya. Yusuf lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Patrang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts