Respons Gubernur Ganjar Soal potensi Tenggelamnya Semarang, Pekalongan dan Demak
humas.jatengprov.go.id
Nasional

Dr Heri Andreas selaku Kepala Laboratorium Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) mengkhawatirkan potensi tenggelamnya Pekalongan, Semarang, dan Demak di Jawa Tengah.

WowKeren - Beberapa waktu lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sempat menyinggung proyeksi Jakarta akan tenggelam. Namun Dr Heri Andreas selaku Kepala Laboratorium Geodesi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) justru mengkhawatirkan potensi tenggelamnya Pekalongan, Semarang, dan Demak di Jawa Tengah.

Heri menilai prediksi ketiga wilayah tersebut akan tenggelam lebih pasti dibandingkan Jakarta apabila tidak ada upaya manajemen risiko yang baik dalam 10 tahun ke depan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lantas mengungkapkan bahwa prediksi tersebut telah dikaji oleh pihak Pemprov.

"Kajiannya sudah ada," ungkap Ganjar di Solo pada Rabu (4/8).

Ganjar lantas menyatakan bahwa yang harus dilakukan saat ini adalah menjaga lingkungan bersama-sama. Pihak pemerintah sendiri juga harus disiplin dalam memberikan izin penggunaan lahan.

"Akan tenggelam kalau semua tidak menjaga lingkungan. Maka tata ruang harus dilakukan, penanaman dilakukan," ujar Ganjar. "Sehingga kalau kita mau memanfaatkan ruang itu harus betul-betul disiplin."


Sebelumnya, Heri Andreas mengungkapkan bahwa banjir rob efek global warming, naiknya level permukaan laut, dan penurunan tanah telah perlahan-lahan menenggelamkan wilayah pesisir di Indonesia. Menurutnya, ada 112 kabupaten/kota yang terancam tenggelam akibat perubahan iklim.

"Penurunan tanah di sana lebih cepat dan besar. Wilayah-wilayah di bawah lautnya juga bisa lebih besar dari Jakarta serta masih ada 112 kabupaten kota yang berpotensi untuk tenggelam mulai dari Pantai Timur Sumatera, Pesisir Kalimantan, Pantura Jawa, sedikit di Sulawesi dan Papua," jelas Heri Andreas kepada Merdeka.com.

Beberapa daerah di Indonesia bahkan disebut bisa mengalami penurunan tanah hingga 8-18 centimeter per tahunnya. Di antaranya adalah Semarang, Pekalongan, dan Demak.

Dikhawatirkan jutaan hektare wilayah pesisir Indonesia akan hilang secara perlahan ke dalam laut. Jutaan orang juga dikhawatirkan akan terkena dampaknya.

Adapun penurunan tanah tersebut dapat dikurangi hingga dihentikan dengan beberapa cara. Di antaranya adalah mengurangi atau menghentikan eksploitasi air tanah, mengontrol eksploitasi migas dan mengontrol eksploitasi lahan gambut.

"Faktor dominan eksploitasi air tanah dengan mereduksi atau memberhentikan eksploitasi air tanah. Adanya program substitusi air tanah dengan pipanisasi, sumber-sumber air permukaan," papar Heri.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts