Media Asing Sorot Kasus Kematian COVID-19 Indonesia Tembus Angka 100 Ribu
Unsplash/Isaac Quesada
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sebagai informasi, Indonesia mencatatkan 1.747 kasus kematian COVID-19 baru pada Rabu (4/8). Dengan demikian, total korban jiwa pandemi corona di Tanah Air kini telah mencapai 100.636 kasus.

WowKeren - Kasus kematian akibat COVID-19 di Indonesia mencapai angka 100 ribu per Rabu (4/8). Fakta ini lantas menjadi sorotan sejumlah media asing.

Media Associated Press misalnya, menyebut Indonesia tengah berjuang dengan gelombang pandemi terburuk yang dipicu oleh varian Delta. Angka kematian COVID-19 yang dilaporkan tersebut juga diduga lebih sedikit dibanding kenyataannya.

"Butuh 14 bulan bagi Indonesia untuk melampaui angka kematian 50.000 pada akhir Mei, dan hanya membutuhkan waktu sembilan minggu untuk menggandakannya," demikian kutipan artikel Associated Press.

Media yang berbasis di New York, Amerika Serikat, tersebut mengutip data LaporCOVID-19 yang menyebutkan ada lebih dari 2.800 orang meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di rumah sejak awal Juni 2021. Menurut salah satu pendiri LaporCOVID-19, Ahmad Arif, beberapa kasus kematian tersebut telah terhitung di angka resmi, namun ada yang juga yang belum.


"Mereka (pasien COVID-19) ditolak oleh pihak rumah sakit, sehingga mereka pulang ke rumah dan melakukan isolasi mandiri di rumah dengan akses obat-obatan terbatas, tidak ada oksigen dan tidak ada pemantauan dari dokter sampai mereka meninggal," tutur Ahmad Arif.

Sementara itu, media Malay Mail menyoroti Indonesia yang dengan cepat menjadi episentrum virus corona di Asia. Media tersebut mengutip Defriman Djafri, ahli epidemiologi di Universitas Andalas di Padang, Sumatera Barat, yang menilai tanggapan layanan kesehatan masih kurang optimal.

"Indonesia membutuhkan audit kasus kematian akibat COVID-19 yang komprehensif," tutur Djafri.

Sementara itu, Masdalina Pane dari Asosiasi Epidemiologi Indonesia menilai bahwa kurangnya testing dan tracing makin memperburuk kasus kematian. Pasalnya, banyak pasien yang baru datang ke rumah sakit dalam kondisi parah atau kritis.

"Indonesia, negara terpadat keempat di dunia, memiliki jumlah kematian kumulatif tertinggi ke-12 dari virus secara global, di belakang negara-negara seperti Amerika Serikat, India dan Brasil, menurut data yang dikumpulkan oleh pelacak COVID-19 Reuters," demikian kutipan artikel Malay Mail. "Negara ini kini juga memimpin dunia dalam jumlah rata-rata harian kematian baru yang dilaporkan, terhitung satu dari setiap lima kematian, data menunjukkan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts