99 Ribu Keluarga DKI Jakarta Belum Terima Bansos, Diduga Ada Data Ganda Di Kemensos
Pixabay/Shira Kayato
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Penyaluran bansos kepada masyarakat DKI Jakarta saat ini tengah mengalami kendala terkait data di Kemensos. Seperti yang diketahui, pemerintah memberikan bansos kepada masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

WowKeren - Pemerintah Indonesia selama pandemi berlangsung, memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang terdampak langsung. Akan tetapi, penyaluran bansos COVID-19 kepada masyarakat di lapangan banyak ditemukan kendala dan hambatan.

Seperti yang terjadi di DKI Jakarta, Pemprov menunda memberikan bansos terhadap 99 ribu keluarga penerima manfaat (KPM). Hal ini lantaran diduga adanya data ganda. Maka dari itu, Pemprov harus melakukan validasi data terlebih dahulu.

Masalah data ganda itu pun saat ini menjadi sorotan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. "Sebelum Hari Raya Idul Adha kemarin, kami melakukan top up untuk 907 ribu dari satu juga, kenapa? Karena masih ada data dobel 99.450 KPM," tutur Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Premi Lasari dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (5/8).

Menurut Premi, data dobel atau ganda itu berasal dari Kementerian Sosial (Kemensos). Sehingga, pihaknya tidak bisa memberikan atau menyalurkan dana bansos kepada masyarakat sebelum adanya validasi data.


Sebelumnya, Anies telah mengirimkan surat kepada Risma terkait dengan data ganda tersebut. Hal ini pun telah mendapat tanggapan dari Risma.

Lebih lanjut, Premi mengatakan bahwa setelah dilakukan pembersihan data, bantuan sosial tunai (BST) yang bersumber dari APBD telah dikeluarkan untuk 1.007.379 keluarga dari Mei hingga Juni lalu. Kemensos pun saat ini diketahui tengah melakukan pembersihan data.

Premi mengungkapkan bahwa penyaluran bantuan dari Kemensos melalui PT Pos Indonesia (Persero). Sedangkan untuk bantuan dari Pemprov DKI Jakarta, disalurkan melalui rekening Bank DKI.

Selain bantuan tunai, Premi memaparkan bahwa Pemprov DKI juga menyalurkan bantuan berupa 10 kg beras. Akan tetapi, belum semua KPM mendapatkannya. "Pemprov kemarin juga meluncurkan beras sebanyak 10 kg kepada 1 juta keluarga tersebut, tetapi memang yang 99.450 masih kita hold juga menunggu kepastian data Kemensos," tandas Premi.

Sementara itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria membenarkan bahwa masih ada 99 ribu keluarga yang belum menerima bansos. "Sudah hampir semuanya selesai, mungkin tidak lebih 5 persen yang masih pemadanan data dengan Kemensos, masih terus dilakukan pemadanan," terang Riza, Rabu (4/8).

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts