Daerah Sempat 'Menjerit' Kurang Vaksin, Kemenkes Kini Pastikan Stok Aman
Instagram/sehatsurabayaku
Nasional
Vaksin COVID-19

Beberapa waktu lalu, sejumlah daerah mengaku kehabisan stok vaksin COVID-19. Kementerian Kesehatan pun memastikan bahwa stok di pusat mecukupi untuk kebutuhan nasional.

WowKeren - Pemerintah Indonesia terus berusaha menggenjot laju vaksinasi COVID-19 demi mencapai kekebalan komunal alias herd immunity sesegera mungkin. Namun beberapa waktu lalu sejumlah daerah sempat "menjerit" karena kekurangan stok vaksin, terutama untuk memasuki penyuntikan dosis kedua.

Namun kini Kementerian Kesehatan memastikan bahwa stok vaksin sudah aman. Stok yang dimiliki pemerintah pusat, disebutkan Kemenkes, mencukupi permintaan daerah.

"Kami punya cukup stok vaksin," tegas Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, di Jakarta, Kamis (5/8). "Tapi harus dipahami vaksin itu tidak bisa sekaligus vaksinasi semua sasarannya karena dosis vaksin juga datang bertahap."

Siti Nadia kembali menekankan, Indonesia tidak memiliki masalah dengan stok vaksin. Hanya saja, masyarakat harus memahami bahwa vaksin didistribusikan secara bertahap.


Kekosongan vaksin di sejumlah daerah beberapa waktu lalu adalah karena pemerintah setempat yang juga tidak memperbarui data. Alhasil Kemenkes menilai stok vaksin masih aman, sebuah masalah yang menurut Siti Nadia juga sudah diperbaiki.

"Kami sudah mendistribusikan pada pekan ketiga itu tiga juta untuk vaksin dosis kedua dan yang pekan keempat ini ada sekitar enam juta," sambung Siti Nadia. "Nanti kami akan kirim lagi sekitar enam juta."

Siti Nadia juga mengakui saat ini kuota vaksin harus diatur dengan cermat. "(Karena) sekarang ini vaksinasi tidak ada batasan khusus, artinya siapapun, usia di atas 12 tahun bisa divaksin," jelas Siti Nadia.

Pada kesempatan yang sama, Siti Nadia juga meminta masyarakat tidak khawatir apabila tidak menerima dosis kedua vaksin COVID-19 tepat pada tanggal yang sudah ditentukan. Sebab masih ada waktu sampai 28 hari setelah dosis pertama disuntikkan, dan menurut Kemenkes juga pengunduran waktu penyuntikan dosis kedua ini tidak akan mengurangi efektivitas vaksin.

Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), hingga Selasa (3/8) kemarin, sudah terdapat 179,4 juta dosis vaksin yang masuk ke Indonesia. Sementara menurut data Direktorat Jenderal (Ditjen) Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, sampai Senin (2/8) kemarin, sudah 90.988.817 dosis didistribusikan ke 34 provinsi Indonesia, dengan 68.641.750 dosis di antaranya sudah dipakai.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts