Menurut ekonom senior Faisal Basri, pertumbuhan ekonomi 7,07 persen tersebut tak lepas dari kebijakan pemerintah yang sempat melonggarkan pembatasan terkait pandemi COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 06 Agustus 2021 - 18:48 WIB
WowKeren - Ekonomi Indonesia telah berhasil tumbuh 7,07 persen pada kuartal II-2021. Pertumbuhan ekonomi tersebut sesuai dengan prediksi pemerintah dan membuat Indonesia secara resmi keluar dari resesi.
Menurut ekonom senior Faisal Basri, pertumbuhan ekonomi 7,07 persen tersebut tak lepas dari kebijakan pemerintah yang sempat melonggarkan pembatasan terkait pandemi COVID-19. Hal tersebut berujung pada meningkatnya kasus COVID-19 pada akhir Juni atau di penghujung kuartal II-2021, hingga akhirnya pemerintah menerapkan PPKM Darurat dan Level 4.
"Pertumbuhan relatif baik, saya setuju, karena kita melonggarkan corona ini sehingga corona merajalela kembali, dan harus kita bayar dengan pertumbuhan triwulan ketiga yang turun lagi," tutur Faisal dalam diskusi pada Jumat (6/8).
Faisal menilai pelonggaran pembatasan yang dilakukan pemerintah di kuartal II-2021 memang telah mempercepat pemulihan ekonomi di berbagai daerah. Antara lain pulau Jawa 14,6 persen, Sulawesi 11,3 persen, Kalimantan 10,6 persen, Bali- Nusa Tenggara 10 persen, Sumater 8,3 persen, dan Maluku-Papua 6,4 persen.
"Kenapa Jawanya bisa bangkit? Karena pemerintah melonggarkan PPKM waktu itu makanya kita (kasus COVID-19) jebol," terangnya. "Nah, akhirnya harus kita bayar di triwulan ketiga."
Proyeksi pertumbuhan ekonomi pemerintah pada kuartal III-2021 sendiri lebih rendah dibanding kuartal II, yakni hanya 3,7 hingga 4 persen. Adapun Faisal tetap mengapresiasi pemerintah yang semakin menyadari pentingnya aspek kesehatan dalam pemulihan ekonomi nasional.
"Barulah sekarang karena saya ikut rapat beberapa kali, sekitar ribu kali rapat koordinasi, baru sekarang disadari bahwa testing harus 400 ribu per hari, contact tracing 1 banding 8 minimum, kemudian vaksinasi juga akan digencarkan, mahasiswa dilibatkan di seluruh Indonesia," pungkas Faisal. "Saya bersyukur walaupun agak terlambat tapi sekarang baru disadari."
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono juga telah mengungkapkan bahwa pergerakan penanganan COVID-19 sangat mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia. Menurut Yuwono, saat pandemi terkendali, maka masyarakat akan lebih percaya diri dalam melakukan aktivitas dan mobilitas. Hal ini terlihat dari pertumbuhan kuartal II-2021, saat kasus positif harian melambat, maka mobilitas masyarakat akan meningkat.
(wk/Bert)