Menko PMK Ungkap Beras Bansos di Pandeglang Membatu Karena Kehujanan, Pastikan Sudah Diganti
Instagram/ muhadjir_effendy
Nasional

Warga Pandeglang, Banten, sempat dihebohkan dengan kondisi beras bantuan sosial (bansos) yang sudah menggumpal seperti batu dan menguning. Menko PMK Muhadjir Effendy lantas turut angkat bicara.

WowKeren - Warga Pandeglang, Banten, sempat dihebohkan oleh kondisi beras bantuan sosial (bansos) Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Bagaimana tidak, beras yang terbungkus karung dengan tulisan "Bantuan Beras PPKM 2021" tersebut sudah menggumpal seperti batu dan menguning.

Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusian (Menko PMK), Muhadjir Effendi, turut angkat bicara. Menurutnya, beras tersebut menggumpal karena kehujanan. Ia juga memastikan bahwa beras tersebut telah diganti dengan yang lebih layak.

"Sebetulnya memang sudah diketahui beras itu tidak bagus karena kena hujan dan sudah disisihkan, dan sudah diganti dengan beras yang baik," ungkap Muhadjir pada Jumat (6/8). "Tapi beras yang diganti kurang diekspos keluarga penerima manfaat dan beras sudah ditarik."

Lebih lanjut, Muhadjir mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan kualitas beras bansos harus medium plus. Oleh sebab itu, ia meminta agar kualitas beras bansos tersebut tidak diturunkan.


"Jangan sampai kita enggak mau makan, beras itu kita berikan ke orang lain. Karena itu berasnya medium yang kita tetapkan dan musti medium plus, bukan medium minus," papar Muhadjir.

Selain itu, ia juga meminta tengkulak untuk tidak memainkan harga gabah yang telah ditetapkan pemerintah. "Tadi bupati sudah berinisiatif untuk meningkatkan kualitas pengolahan dari gabah menjadi beras supaya lebih baik," katanya.

Sebelumnya, "beras batu" tersebut sempat dibagikan kepada warga Pandeglang pada Selasa (3/8). Salah satu warga bernama Uki mengungkapkan bahwa kondisi beras tersebut sudah tidak bisa dikonsumsi.

"Dicuci juga warnanya tetap begitu kang, enggak bisa dimakan ini mah. Sementara yang laporan baru dua karung (dengan kondisi beras menggumpal seperti batu), ini mau kita balikin ke kantor kelurahan. Mudah-mudahan bisa diganti," tutur Uki, dilansir detikcom, Kamis (5/8). "Intinya kita kecewa kang. Masak kita dikasih beras kayak gini, ini kan enggak layak dikonsumsi buat manusia."

Sementara itu, M. Apendi selaku Lurah Pandeglang mengaku hanya diminta pihak kecamatan dan PT Pos Indonesia untuk menyediakan tempat penyimpanan bansos beras saja. Ia mengaku tidak mengetahui soal kondisi beras bansos yang telah membatu dan tak layak konsumsi tersebut.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait