PON XX Papua diketahui akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Akan tetapi, seperti yang diketahui, Indonesia saat ini masih dalam masa pandemi dan angka kasus COVID-19 pun terbilang tinggi.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Sabtu, 07 Agustus 2021 - 12:57 WIB
WowKeren - Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia membuat jadwal sejumlah kegiatan menjadi sedikit berantakan. Seperti Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX. Mengingat masih berada di masa pandemi, sejumlah aturan dan persiapan perlu untuk dimatangkan kembali.
Terkait pelaksanaannya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Haris Pertama meminta pemerintah untuk kembali memikirkan penyelenggaraan PON XX Papua. Bahkan ia pun menyebut lebih baik membatalkan penyelenggaraannya dalam waktu dekat.
Mengingat kondisi COVID-19 di Indonesia yang masih tinggi, meski sudah mulai mengalami penurunan, Haris menganjurkan untuk menunda penyelenggaraan PON XX Papua. Ia pun mengatakan hal itu berkaca pada penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 yang mengalami lonjakan kasus COVID-19 saat pertandingan digelar di tengah pandemi.
"Coba lihat Jepang, lonjakan kasus usai Olimpiade semakin besar," tutur Haris kepada Tribunnews.com, Sabtu (7/8). "Oleh karena itu, KNPI meminta pemerintah segera membatalkan PON Papua."
Menurut Haris, lonjakan penyebaran COVID-19 varian Delta saat ini telah menyebar ke semua daerah dan memprihatinkan. Ia khawatir, jika PON XX Papua ini tetap digelar di tengah pandemi, nantinya bisa menjadi klaster baru. Sehingga nantinya kemungkinan pemerintah dan masyarakat menjadi kewalahan menangani lonjakan kasus COVID-19.
"Penyelenggaraan PON XX Papua akan berpotensi menjadi klaster baru, di saat banyak penderita COVID-19 membuat fasilitas kesehatan tidak mampu menangani situasi yang ada," terangnya. "Tenaga medis kelelahan menangani pasien, bahkan ikut ada korban."
Seperti yang diketahui, saat ini pemerintah tengah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang bertujuan untuk menekan angka dan memutus rantai penyebaran COVID-19. Namun sangat disayangkan apabila pemerintah tetap bersikeras menggelar PON XX Papua.
Haris menuturkan bahwa pembatalan yang dilakukan itu dengan alasan kemanusiaan. Penundaan atau pembatalan PON XX Papua menjadi cara terbaik dalam menahan laju penyebaran COVID-19 dan menghindari terciptanya klaster baru di Papua, hingga bisa mencapai target vaksinasi.
Maka dari itu, apabila pemerintah masih bersikeras menggelar PON XX Papua, Haris mengatakan DPP KNPI akan mengeluarkan instruksi agar seluruh pengurus di wilayah Indonesia, untuk menggelar unjuk rasa. "KNPI juga akan mengajak seluruh elemen pemuda, buruh, mahasiswa untuk turun menolak PON XX Papua," tandas Haris.
(wk/tiar)