Kemenkes Kembali Ingatkan Untuk Taat Prokes, Foto Tanpa Masker Berpotensi Terpapar COVID-19
AFP
Nasional

Sebagai informasi, angka kasus COVID-19 di Indonesia belakangan ini diketahui telah menunjukkan penurunan. Meski demikian, angka COVID-19 masih terbilang tinggi dan harus selalu waspada.

WowKeren - Angka COVID-19 di Indonesia terbilang masih tinggi. Meski demikian, dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan penurunan kasus aktif COVID-19.

Seperti yang diketahui, saat ini pemerintah tengah menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 sebagai upaya untuk menekan angka kasus dan memutus rantai penyebaran COVID-19. Selain itu, pemerintah juga tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk selalu menaati protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin dan ketat.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi memperingatkan masyarakat untuk tidak boleh kendor dalam menerapkan prokes. Ia pun menyinggung masyarakat yang kerap melepas masker walaupun hanya satu menit demi foto bersama.

Menurut Nadia, meskipun hanya satu menit, itu berpotensi bisa terpapar COVID-19. "Foto bersama 1 menit buka masker, padahal ada satu hal yang selalu mengintai kita kalau kita lengah," tegas Nadia dalam webinar bertajuk "Hoaks, Fakta, Sains, Pejuang Isoman COVID-19", Sabtu (7/8).


Selain itu, Nadia juga kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas) dengan disiplin. Hal ini sangat penting dan perlu terus dilakukan agar tidak turut menjadi penyumbang COVID-19.

Nadia menerangkan bahwa lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi beberapa bulan lalu, itu kemungkinan juga disebabkan oleh tingginya mobilitas warga dan mulai lengahnya mereka pada prokes. Hal ini terlihat dari sejumlah fasilitas umum yang ramai dikunjungi warga.

"Peningkatan kasus yang sangat signifikan, yakni akibat lengahnya protokol kesehatan, ditambah mobilitas kita yang tinggi. Masyarakat kendor dengan prokes," terang Nadia. "Restoran ramai kembali, mulai makan bukan hanya bersama keluarga, tetapi bersama teman-teman, rapat tanpa prokes, jaraknya sudah tidak 1 meter lagi."

Di samping itu, lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi juga disebabkan oleh adanya varian Delta. Seperti yang diketahui, varian Delta ini lebih cepat menular dibanding varian lokal. Kemudian varian Delta juga membutuhkan perawatan, menurunkan efektivitas vaksin, meski masih bisa melawan virusnya.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait