Peretas Situs Setkab Ternyata Masih ABG, Terungkap Sudah Bobol 650 Website Demi Alasan Ini
Pixabay/Darwin Laganzon
Nasional

Akhir pekan lalu polisi menangkap 2 pelaku peretasan situs resmi Sekretariat Kabinet yang ternyata masih berusia belasan tahun. Terungkap keduanya sudah meretas setidaknya 650 situs.

WowKeren - Akhir bulan Juli 2021 kemarin Indonesia sempat dibuat heboh dengan situs resmi Sekretariat Kabinet (setkab.go.id) diretas. Tampilan utamanya berubah menjadi layar hitam dengan foto yang menampilkan demonstran membawa bendera merah putih.

Tampak tulisan "Padang Blackhat II Anon Illusion Team Owned By Zyy ft Luthfifake". Aksi perbaikan segera dilakukan, serta pelaku peretasannya pun berhasil diringkus, demikian dilaporkan pihak kepolisian.

Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Agus Andriyanto mengungkap bahwa pelaku ternyata masih berusia remaja. "Pelakunya remaja," ungkap Agus, merujuk pada pelaku berinisial BS alias ZYY (18) dan MLA (17) dari Sumatera Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono, menerangkan bahwa keduanya sudah menjadi tersangka. Tak tanggung-tanggung, kedua remaja tersebut bisa terancam hukuman penjara sampai 10 tahun lamanya.


Yang lebih membuat geger, disampaikan Agus, rupanya kedua remaja tersebut setidaknya telah meretas 650 situs. "650 website dalam negeri dan LN (luar negeri) yang diretas oleh tersangka," jelas Agus, Minggu (8/8).

"Motifnya keuntungan pribadi lah," sambung Agus, menirukan pengakuan kedua tersangka yang sudah diciduk polisi tersebut. Agus pun mengungkap dugaan alasan mengapa situs resmi Setkab sampai bisa diretas, yakni karena kelengahan operator.

"Kelengahan itu seperti log in di tempat publik, sehingga jaringannya tidak aman. Hal ini memang memerlukan kehati-hatian, terlebih dalam suasana PPKM masih bekerja di luar kantor," kata Agus.

Terkait dengan motif, dijelaskan lebih spesifik oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol Slamet Uliandi adalah demi mendapatkan keuntungan ekonomi, yakni dengan menjual script backdoor dari sebuah situs. Apalagi karena kedua pelaku ternyata telah sangat berpengalaman melakukan defacing website, yakni meretas setidaknya 650 situs.

Karena itulah, Slamet mendorong publik untuk lebih waspada dan menjaga keamanan data. "Kembali ke orangnya, mau memanfaatkan pengetahuan IT untuk hal baik atau hal jahat. Makanya penting masyarakat menjaga keamanan data," pungkas Slamet.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait