Dugaan pemukulan diplomat Nigeria oleh petugas imigrasi Indonesia berbuntut panjang. Ari Usman Ogah selaku Duta Besar Nigeria untuk RI bahkan telah ditarik buntut insiden ini.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 12 Agustus 2021 - 09:30 WIB
WowKeren - Media sosial sempat dihebohkan oleh sebuah video yang menunjukkan sejumlah petugas yang berkomunikasi dengan bahasa Indonesia memegangi seorang pria. Pria tersebut berteriak "I can't breathe!" atau "Saya tidak bisa bernapas" kala kepalanya dipegangi oleh petugas.
Belakangan, diketahui bahwa pria dalam video tersebut adalah seorang diplomat Nigeria dan para petugasnya berasal dari pihak Imigrasi Indonesia. Dugaan pemukulan terhadap agen diplomatik tersebut lantas menimbulkan masalah antara Indonesia dan Nigeria.
Pemerintah Nigeria menyatakan akan meninjau ulang hubungan bilateral dengan Indonesia karena insiden tersebut. Pemerintah Nigeria juga meminta agar pejabat Imigrasi terkait dikenai sanksi.
"Setelah mempelajari laporan Duta Besar Nigeria, pemerintah Nigeria mengutuk keras apa yang sebenarnya merupakan tindakan kejahatan internasional yang mengerikan oleh aktor negara Indonesia terhadap perwakilan terakreditasi dari Republik Federal Nigeria, sama sekali tidak ada pembenaran dan bertentangan dengan hukum internasional," tulis Kementerian Luar Negeri Nigeria di akun Facebook resminya.
Dalam keterangannya, Kemlu Nigeria juga menyatakan telah memanggil Duta Besar Indonesia di negaranya untuk melayangkan protes. Kemlu Nigeria menegaskan bahwa pihaknya akan melindungi seluruh warga Nigeria dimana pun mereka berada.
"Pemerintah Nigeria menuntut sanksi yang sesuai terhadap pejabat terkait dan telah memanggil duta besarnya di Indonesia untuk berkonsultasi, termasuk peninjauan hubungan bilateral," lanjut keterangan yang ditandatangani oleh Juru Bicara Kemlu Nigeria, Esther Sunsuwa, tersebut.
Kemlu Indonesia lantas buka suara terkait sikap pemerintah Nigeria tersebut. Juru Bicara Kemlu RI Teuku Faizasyah menyatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Nigeria telah berkomunikasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Sebagai dua negara bersahabat, pemerintah Indonesia dan pemerintah Nigeria telah melakukan serangkaian komunikasi intensif untuk menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan insiden seorang diplomat Nigeria dengan petugas pengawasan keimigrasian Indonesia," tegas Faizasyah.
Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kemenhumkam DKI Jakarta, Ibnu Chuldun, juga telah memberikan penjelasan mengenai insiden tersebut. Menurutnya, petugas imigrasi lah yang sebenarnya mengalami kekerasan dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Ari Usman Ogah selaku Duta Besar Nigeria untuk Indonesia di Jakarta juga telah ditarik buntut insiden ini. "Apa yang kami putuskan untuk dilakukan adalah memanggil kembali (untuk konsultasi segera), Duta Besar Nigeria kami di Jakarta di Indonesia," ujar Menlu Geoffrey Onyeama dalam konferensi pers di Abuja.
"Justru WNA asal Nigeria itu yang melakukan pemukulan terhadap petugas kami saat dalam perjalanan ke kantor imigrasi," papar Ibnu dilansir CNN Indonesia. "Yang bersangkutan dibawa ke kantor karena bersikap tidak kooperatif dengan menghardik petugas yang melakukan pemeriksaan dokumen dan malah menantang untuk ditahan."
(wk/Bert)