Dokter di Banten Kejam Bakar Bengkel Hingga Tewaskan Satu Keluarga Demi Motif Asmara
PxHere
Nasional

MA (29) ditetapkan sebagai tersangka atas kasus kebakaran bengkel di Cibodas yang menewaskan 3 orang. Belakangan terungkap MA tega melakukannya karena motif sakit hati cinta tak direstui.

WowKeren - Polsek Jatiuwung, Tangerang, Banten sudah menetapkan MA sebagai tersangka dalam kasus kebakaran bengkel di daerah Cibodas. Pada peristiwa itu satu keluarga terdiri atas tiga orang meninggal dunia, yang kemudian terungkap merupakan kekasih MA beserta kedua orangtuanya.

Informasi ini disampaikan oleh Kapolsek Jatiuwung, Kompol Zazali Hariyono. "Setelah melalui sarana gelar kemudian kita tetapkan terhadap pacar salah satu korban itu, ditetapkan sebagai tersangka," ujar Zazali, dikutip dari Kompas TV pada Kamis (12/8).

Kasus ini begitu menyedot perhatian karena MA diketahui berprofesi sebagai dokter umum. MA kini rupanya sedang dalam kondisi berbadan dua dan tega melakukan kejahatan tersebut karena sakit hati LE, kekasihnya yang juga korban meninggal dalam kebakaran, tidak menikahinya karena hubungan mereka tidak direstui oleh kedua orangtua LE, yakni ED dan LI.

Polisi menetapkan MA sebagai tersangka setelah melalui pemeriksaan panjang, termasuk menemukan sejumlah bukti. Seperti di antaranya sisa bensin yang belum dipakai, pakaian korban, hasil tes kehamilan tersangka, hingga mobil tersangka.

Atas perbuatannya, sang dokter kini terancam hukuman mati atau setidaknya dua puluh tahun penjara. "Ancaman hukuman yang kita terapkan membakar, diduga merencanakan untuk mengakibatkan orang meninggal dunia itu Pasal 340 KUHP, ancaman hukuman mati atau 20 tahun (penjara)," tutur Zazali.


Insiden ini terjadi pada 6 Juli 2021 sekitar pukul 23.10 WIB. MA mengancam akan melempar bensin dan membakar bengkel milik korban LE karena sakit hati tidak jadi dinikahi padahal dirinya sudah berbadan dua.

LE kemudian menceritakan hal ini kepada korban selamat berinisial N. "Tidak lama kemudian terdengar ledakan di dalam bengkel dan langsung terjadi kebakaran," ungkap Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota, kompol Abdul Rachim, dilansir dari Tribun News.

Ketua RT setempat, Syairun, menyebut korban selamat N, yang kini menjadi saksi sempat memukul MA dan menudingnya sebagai pelaku pembakaran. "Waktu itu kan anaknya yang dua itu yang masih hidup, turun dari tangga. Yang bantuin kan pemadam pakai tangga. Habis turun, cewek itu (MA) ada di depan. Dia (N) nonjok, 'ini pelakunya yang bakar nih'," kata Syairun.

Warga lalu berusaha melerai perseteruan N dan MA, apalagi karena kondisi N dan satu korban selamat lagi, S, sudah sangat drop. Ketika kebakaran terjadi, menurut Syairun, MA sempat berontak dan berusaha untuk masuk demi memastikan kondisi LE, ED, dan LI yang akhirnya tewas terbakar.

"Warga amanin si cewek yang berontak pengin ke dalam, akhirnya dibawa menjauh. Tetap dia pengin tahu cowoknya masih hidup apa nggak," ujar Syairun. "Tapi, karena api gede, ya nggak bisa masuk lah. Sudah banyak petugas juga."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait