Dugaan pemukulan oleh oknum petugas pemerintahan kini kembali terjadi. Belakangan ini, diketahui seorang Diplomat Nigeria diduga dipukul oleh petugas imigrasi Indonesia.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 12 Agustus 2021 - 14:02 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, media sosial kembali digegerkan dengan sebuah peristiwa yang tidak terduga. Dalam sebuah video yang tersebar di sosial media menunjukkan seorang yang berteriak "Saya tidak bisa bernapas" dalam bahasa Inggris.
Seorang yang berteriak dalam video tersebut, diketahui merupakan diplomat Nigeria dan para petugasnya berasal dari pihak Imigrasi Indonesia. Dugaan pemukulan itu disebut menimbulkan permasalahan antara Nigeria dan Indonesia. Terkait hal ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI telah memberikan penjelasan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Ibnu Chuldun mengatakan bahwa insiden pemukulan terhadap diplomat Nigeria itu, sebenarnya sudah diselesaikan secara baik-baik. Ia pun mengatakan bahwa Duta Besar (Dubes) Nigeria, Usman Ogah sempat mendatangi kantor Imigrasi Jakarta Selatan dan menyepakati permasalahan itu disebabkan oleh kesalahpahaman.
"Kedua belah pihak mengakui terjadi kesalahpahaman dan sepakat menyelesaikan masalah ini dengan baik," tutur Ibnu dalam konferensi pers, Kamis (12/8). "Masing-masing menyatakan perdamaian dan telah berjabat tangan sebagaimana foto dan dokumen yang didapatkan kawan-kawan."
Ibnu menjelaskan kronologi kejadian itu berawal dari pengecekan rutin petugas imigrasi di sebuah apartemen kawasan Kuningan, Jaksel. Saat pengecekan itu dilakukan, salah seorang warga negara Nigeria yang belakangan baru diketahui sebagai diplomat enggan menunjukkan paspor dan izin tinggalnya.
Selanjutnya, diplomat Nigeria itu dibawa ke kantor imigrasi Jaksel, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam perjalanan, Ibnu menyebutkan bahwa diplomat Nigeria itu sempat melawan dengan meronta, menggigit, menyikut, hingga berupaya memecahkan kaca jendela.
Peristiwa itu pun menjadi sorotan anggota Komisi Luar Negeri (I) DPR Fadli Zon. Melalui Twitter pribadinya, @fadlizon, ia meminta agar pemerintah memberikan tindakan tegas kepada para oknum yang diduga melakukan pemukulan itu.
"Oknum petugas imigrasi tersebut jelas salah, dan melanggar Konvensi Wina tentang kekebalan diplomatik," tulis Fadli, Rabu (11/8). "Ini merugikan RI di mata dunia khususnya di negara-negara Afrika. Harus ada tindakan tegas, oknum tersebut harus diusut dan diberhentikan!"
(wk/tiar)