IDI Sebut Banyak Pasien Isoman Tak Lapor Sebab Takut Stigma Warga, Ingatkan Bahaya OTG
AFP/William West
Nasional

Banyak pasien isoman yang diketahui tidak melaporkan kepada pihak terkait, IDI memperingatkan bahaya di balik status orang tanpa gejala atau OTG. Maka dari itu, ia meminta pasien COVID-19 isoman, untuk melapor.

WowKeren - Angka COVID-19 di Indonesia masih terbilang tinggi. Meski demikian beberapa waktu belakangan ini telah mengalami penurunan. Dalam upaya menangani pandemi, pemerintah menerapkan sejumlah kebijakan.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bandar Lampung mengungkapkan bahwa masih banyak pasien isolasi mandiri (isoman) yang tidak melapor ke aparat desa atau Dinas Kesehatan (Dinkes). Hal ini lantaran kebanyakan dari mereka takut dengan stigma masyarakat.

Mengenai hal tersebut, IDI memperingatkan bahaya di balik status orang tanpa gejala atau OTG. "Paling susah itu kan menghilangkan stigma, karenanya banyak yang tidak mau lapor takut dikucilkan dan sebagainya bila terpapar COVID-19," tutur Aditya M. Biomed selaku Ketua IDI Bandar Lampung dalam keterangan, Jumat (13/8).

Aditya mengatakan pasien COVID-19 OTG yang menjalani isoman tetapi tidak melapor kepada pihak terkait, itu sangat berbahaya. Mereka justru bisa menjadi sumber penularan COVID-19.


"Saya harap masyarakat juga sadar terkait masalah ini," terang Aditya. "Mungkin mereka menganggap kalau kondisinya baik-baik saja dan hanya gejala ringan, tapi kan buat lingkungan itu bahaya karena bisa jadi sumber penularan."

Lebih lanjut, Aditya menuturkan bahwa misinformasi di kalangan masyarakat terkait COVID-19 mesti diluruskan dan diberi edukasi terkait penanganannya. Hal ini bisa untuk sedikit menghilangkan stigma masyarakat terkait COVID-19 yang menganggapnya sebagai aib.

Selain itu, Aditya menegaskan bahwa dengan melapor kepada pihak terkait, itu bisa membantu pemerintah dalam pelacakan penyebaran COVID-19. Maka dari itu, diharapkan masyarakat yang melakukan isoman bisa melapor kepada pihak terkait.

"Tentunya banyak pasien isoman ini juga karena mereka lebih memilih melakukan tes usap secara mandiri dan bila positif malah menyembunyikannya," tandas Aditya. "Kalau mereka tidak terdata atau melaporkan tentunya tracing tidak jalan."

Seperti yang diketahui, pemerintah saat ini juga tengah meningkatkan 3T (testing, tracing, treatment) sebagai upaya penanganan COVID-19. Selain itu juga sembari meningkatkan vaksinasi COVID-19.

(wk/tiar)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait