Panitia penyelenggara PON XX Papua menyiapkan deretan protokol kesehatan ketat demi mencegah penyebaran COVID-19, yang diakui terinspirasi dari Olimpiade Tokyo.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 14 Agustus 2021 - 14:35 WIB
WowKeren - Lonjakan kasus COVID-19 tak membuat Indonesia mengendurkan persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua pun menyiapkan perhelatan sebaik mungkin, termasuk dengan penerapan protokol kesehatan ketat karena diselenggarakan di tengah wabah COVID-19.
Ketua Panwasrah PON XX Papua, Mayjen TNI (Purn.) Suwarno pun membeberkan beberapa prokes yang akan diterapkan selama pelaksanaan. Termasuk skrining COVID-19 yang akan dilakukan beberapa kali demi mencegah terjadinya penyebaran wabah virus Corona di lokasi kegiatan.
Suwano menyebut, setiap kontingen yang berpartisipasi harus menjalani skrining atau tes COVID-19 terlebih dahulu di wilayah asal. Bila sudah dipastikan negatif, maka baru bisa menuju tempat berlangsungnya PON.
"Sebelum berangkat ke tempat kompetisi PON XX Papua, sudah dilakukan pengecekan COVID-19," terang Suwarno dalamDiskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) bertajuk "Siap Berlaga di PON XX Papua", Jumat (13/8). Skrining pun akan kembali dilakukan setibanya di lokasi penyelenggaraan PON XX Papua.
Kontingen yang berpartisipasi diminta untuk melakukan karantina alias isolasi di fasilitas yang telah disediakan. Selama masa isolasi ini, juga sepanjang pelaksanaan PON XX Papua, setiap anggota kontingen tidak boleh saling berinteraksi dengan sesama kontingen yang lainnya.
"Hal tersebut harus dilakukan selama penyelenggaraan PON XX selesai diadakan," papar Suwarno. "Masuk ke wisma mereka tidak boleh terlalu banyak kontak sesamanya maupun dengan orang di luar."
Pemerintah daerah setempat juga melakukan vaksinasi massal kepada masyarakat di lingkungan sekitar lokasi PON XX Papua. "Targetnya, sebanyak 70 persen dari penduduk yang tinggal berdekatan dengan venue PON XX dapat segera dilakukan vaksinasi akhir Agustus 2021," ujar Suwarno.
Dan disebutkan olehnya, saat ini memang baru 40 persen masyarakat yang menjadi target yang telah menerima vaksinasi. Seluruh ide prokes ini pun, dibenarkan Suwarno, karena terinspirasi penyelenggaraan Olimpiade Tokyo yang digelar di tengah pandemi.
"Jadi, setiap penyelenggaraan di sana akan diimplementasikan pada perhelatan ajang olahraga nasional POIN XX Papua dalam beberapa waktu ke depan. Olimpiade Tokyo itu benar-benar sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatannya," pungkasnya.
(wk/elva)