KGPAA Mangkunegara IX dimakamkan pada Minggu (15/8) di Astana Giri Layu, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Prosesi pemakaman tampak dipadati oleh warga yang terkenang akan sosok mendiang.
- Elvariza Opita
- Minggu, 15 Agustus 2021 - 12:04 WIB
WowKeren - Wafatnya penguasa Pura Mangkunegaran, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara IX beberapa hari lalu masih menjadi duka tersendiri, terutama bagi warga Kota Solo dan sekitarnya. Karena itulah, saat pemakamannya pada Minggu (15/8) hari ini, warga berdatangan memadati jalanan kota.
Bahkan tak sedikit yang berencana mengikuti iring-iringan jenazah KGPAA Mangkunegara IX yang akan dimakamkan di Astana Giri Layu, Matesih, Karanganyar, Jawa Tengah. Salah satunya Ana Saputri, warga dari Gunungkidul, DI Yogyakarta yang rela menempuh perjalanan dengan sepeda motor sejak pagi agar bisa mengikuti prosesi pemakaman mendiang.
"Tadi berangkat naik motor, dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB sampai sini sekitar pukul 08.30 WIB. Agak cepat soalnya ngebut," ujar Ana kepada Detik News, Minggu (15/8). "Jauh tidak ya (lokasi pemakamannya)? Kalau tidak mau ikut saja."
Jenazah KGPAA Mangkunegara IX baru diberangkatkan ke Astana Giri Layu sekitar pukul 10.40 WIB. Rangkaian upacara adat untuk pemakaman mendiang pun sudah digelar sejak Minggu pagi, dengan dihadiri sejumlah pejabat Kota Solo seperti mantan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Wakil Walkot Solo Teguh Prakosa.
Peti jenazah KGPAA Mangkunegara IX tampak diangkat oleh sejumlah orang dan digotong ke luar istana dengan didahului senopati lampah. Sebelum dimasukkan ke mobil jenazah, dilakukan terlebih dahulu upacara brobosan yang diikuti keluarga mendiang juga.
Kepergian KGPAA Mangkunegara IX ini selain menyisakan duka dan cerita di benak beberapa orang, juga meninggalkan tanya siapa yang akan mewarisi tahta sang raja? Diketahui KGPAA Mangkunegara IX wafat dengan meninggalkan dua putra, yakni GPH Paundrakarna Sukmaputra Jiwanegara yang juga merupakan cucu Presiden ke-1 RI Ir Soekarno, dan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.
Menanggapi hal tersebut, Wira, sapaan panggilan GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, menegaskan pihaknya belum memikirkan soal pengganti ayahnya. "Kami masih fokus untuk persiapan pemakaman Romo (Ayah) dulu," tegas Wira kepada Tribun Solo, Sabtu (14/8).
Menurut Wira, saat ini keluarga tengah berduka sehingga belum memikirkan soal siapa yang akan menggantikan KGPAA Mangkunegara IX. Pun Wira menegaskan, dirinya juga tidak memiliki kapasitas untuk mengumumkan hal tersebut. "Masalah itu porsinya bukan ada di saya, jadi nanti saja," katanya.
Hal senada juga sempat disampaikan perwakilan staf Humas Pura Mangkunegaran, Joko Pramudyo. "Kita belum sampai ke situ. Kita fokus hari ini dulu, nanti kita pikirkan lebih lanjut," jelas Joko pada Jumat (13/8).
(wk/elva)