Sempat digusur pada era kepemimpinan Ahok, kini Kampung Akuarium telah dibangun kembali dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Adapun peresmian dilakukan pada HUT RI-76.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Rabu, 18 Agustus 2021 - 09:57 WIB
WowKeren - Pada Selasa (17/8), yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-76, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Kampung Susun Akuarium, Jakarta Utara. Dalam peresmian itu, Anies mengatakan bahwa warga kampung tersebut selama beberapa dekade telah melewati ujian berat.
Mengenai ujian berat yang dihadapi warga Kampung Akuarium, disampaikan Anies dalam memberikan sambutan. "Sekarang menjadi catatan sejarah hidup, bahwa ada periode lima tahun mereka menjalani ujian yang amat besar," tutur Anies.
Terkait dengan asal usul Kampung Akuarium, sejarawan JJ Rizal mengatakan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan Laboratorium voor Onderzoek der Zee atau Lembaga Penelitian Laut Pemerintah Hindia Belanda. Tetapi pada akhir 1970-an, Kampung Akuarium itu ditutup.
Setelah itu, perlahan-lahan diduduki masyarakat sebagai tempat pemukiman sejak tahun 1980-an. Akhirnya masyarakat yang telah menetap di lokasi tersebut, menjadi penduduk asli Kampung Akuarium.
Sebelumnya, permukiman Kampung Akuarium itu sempat digusur oleh mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama pada April 2016 silam. Ahok berencana merestorasi atau menata ulang kampung tersebut. Saat itu, Ahok berencana untuk membangun sheetpile guna mencegah air laut masuk ke daratan, dan pengintegrasian kawasan kampung dengan Museum Bahari dan Masjid Luar Batang.
Mengetahui rencana Ahok, para warga Kampung Akuarium pun menggugatnya dan sejumlah pejabat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Kemudian, saat Anies dan Sandiaga Uno memenangkan Pilkada DKI Jakarta 2017, menjanjikan akan merevitalisasi kawasan itu lengkap dengan pemukiman warga. Janji ini terwujud pada Agustus 2021.
Sementara untuk fasilitas di Kampung Akuarium itu, diketahui setara dengan standar rumah susun sederhana milik atau (Rusunami) yang dibangun Pemprov DKI Jakarta. Adapun fasilitas yang dimaksud adalah air bersih warga dari PAM di sekitar Penjaringan, Jakarta Utara.
"Sementara air kotornya akan disiapkan instalansi pengolahan air limbah tersendiri," tutur Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Ardiansyah, Selasa (17/8). "Ini sudah menjadi standar rusun yang dibangun DKI."
(wk/tiar)