COVID-19 Dinilai Bakal Jadi Endemi dan Tidak Pernah Hilang, Ini Kata Satgas
Pixabay
Nasional

Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito membuka hasil survei para ahli dunia yang mayoritas sepakat virus Corona tidak akan hilang sepenuhnya dan berubah menjadi endemi.

WowKeren - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 turut menanggapi kesepakatan sejumlah besar peneliti soal kelangsungan pandemi COVID-19. Disebutkan Juru Bicara Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito, virus Corona akan menjadi endemi di dunia, sebagaimana dihimpun dari pendapat 100 ahli imunologi, virologi, dan peneliti penyakit menular oleh jurnal ilmiah Nature.

"Bahwa 89 persen di antaranya sepakat bahwa virus COVID-19 akan tetap hidup bersamaan dengan kita sebagai sebuah endemi," tutur Wiku dalam konferensi persnya hari Selasa (17/8). "Atau yang artinya virus ini tidak akan berakhir menghilang sepenuhnya."

Meski demikian, Wiku menegaskan bahwa kemungkinan virus akan tetap ada serta terus beredar. Namun nantinya angka perawatan dan kematian pasien COVID-19 akan berkurang.

Hal baik lain yang bisa ditangkap adalah di masa mendatang kekebalan masyarakat terhadap virus Corona akan meningkat. Hal ini bisa terjadi seiring dengan akselerasi vaksinasi COVID-19 maupun infeksi alamiah yang terjadi di tengah masyarakat.

Namun Wiku juga mengingatkan pentingnya berbagai upaya yang harus dilakukan demi mencapai hal tersebut. Pemerintah Indonesia sendiri menyiapkan setidaknya lima hal untuk membentuk ketahanan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.


Pertama adalah mengendalikan kegiatan masyarakat serta memodifikasi perilaku agar mengedepankan protokol kesehatan. "Selama virus ini masih ada, maka proses mengetat-longgarkan kegiatan akan terus dilakukan demi mencapai masyarakat yang sehat dan produktif serta aman," jelas Wiku, dikutip pada Rabu (18/8).

Lalu langkah kedua adalah mempercepat pembentukan kekebalan komunal alias herd immunity secara bertahap. Bisa diawali dengan kekebalan regional, aglomerasi, hingga akhirnya menyeluruh di skala nasional.

Wiku sendiri meyakini ketika fase ini tercapai, Indonesia akan menyumbang cukup besar dalam eliminasi COVID-19 secara global. Sedangkan langkah ketiga adalah meningkatkan kapasitas dan infrastruktur kesehatan secara merata, terutama untuk aspek testing, tracing, dan treatment.

Keempat, mengawasi distribusi varian virus yang berkembang. Diupayakan juga memperbarui teknologi untuk meminimalisir efek varian virus, seperti pada pengobata diagnostik atau pelayanan kesehatan lain.

Dan yang terakhir, menyusun rencana ketahanan kesehatan masyarakat jangka panjang dengan melibatkan pertimbangan multidisiplin. "Hal ini akan sangat bermanfaat, tidak hanya untuk menangani COVID-19 tetapi juga mempersiapkan diri terhadap ancaman kedaruratan kesehatan masyarakat di masa yang akan datang," pungkas Wiku.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait