Mensos Risma Perkirakan Bansos Yatim Batu Bisa Cair 2022, KPAI: Ngeri Sekali
Instagram/kemensosri
Nasional

Rencana pencairan bantuan sosial (bansos) untuk yatim piatu tahun 2022 ini lantas dikritik oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) membuat banyak anak menjadi yatim piatu karena kehilangan orangtua mereka. Kementerian Sosial (Kemensos) pun diminta untuk memberikan bantuan sosial (bansos) untuk yatim piatu yang ditinggal orangtua karena paparan COVID-19.

Menteri Sosial Tri Rismaharini menyampaikan bahwa bansos untuk yatim tersebut rencananya baru akan cair pada tahun 2022. Pasalnya, Kemensos masih menunggu data dari sebagian besar daerah di Indonesia.

Kemensos sendiri telah meminta data yatim piatu kepada setiap daerah. Baik yatim piatu yang berada di yayasan, penampungan sosial, ataupun korban pandemi COVID-19.

"Sudah berdiskusi dengan Ibu (Menteri Keuangan) Sri Mulyani, akan mengusulkan di tahun 2022 bisa cair. Kita punya waktu menyusun mekanisme itu," tutur Risma beberapa waktu lalu.

Rencana pencairan tahun 2022 ini lantas dikritik oleh Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Rita Pranawati. Menurut Rita, penyaluran bansos untuk yatim piatu perlu dilakukan dengan cepat lantaran kehidupan mereka sangat rentan.


"Ngeri sekali kalau 2022 baru disalurkan, bantuan untuk anak yatim piatu butuh percepatan," tutur Rita kepada CNN Indonesia, Rabu (18/8). "Jangan sampai kerentanan anak berdampak pada masa depannya, misal anak jadi pemulung atau mengalami kekerasan."

Adapun data Kemensos hingga mencatat ada sekitar 4 juta anak yatim piatu. Angka tersebut masih bisa terus bertambah seiring dengan terjadinya penularan COVID-19 baru-baru ini.

Rita menyebut Kemensos seharusnya bisa segera memberikan bantuan untuk yatim piatu ketika telah memiliki data tersebut. Adapun bantuan yang bisa diberikan bukan hanya berupa uang tunai, namun juga bisa berupa kebutuhan pokok.

Selain bansos jangka pendek seperti bantuan uang tunai, Kemensos dinilainya perlu menyiapkan program bantuan untuk yatim piatu termasuk jaminan kesehatan, pendidikan, hingga perencanaan pengasuhan.

"Selain bansos itu juga ada jaminan kesehatan, kepastian pendidikan anak, beriringan dengan perencanaan pengasuhan sehingga kelanjutan nasib anak ini ada kepastiannya," pungkas Rita.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait