TNI AU Ceritakan Proses Evakuasi WNI Dari Afghanistan, Ada Warga Berebut Naik Pesawat?
AP Photo
Nasional

Selain 26 WNI, pesawat TNI Angkatan Udara tersebut turut mengangkut tujuh warga negara asing (WNA) keluar dari Afghanistan. Pesawat itu tiba di Indonesia pada Sabtu (21/8) sekitar pukul 03.09 WIB.

WowKeren - RI telah mengevakuasi 26 warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Afghanistan usai Taliban menguasai negara tersebut. Pesawat TNI Angkatan Udara (AU) yang membawa WNI dari Afghanistan, telah mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/8) sekitar pukul 03.09 WIB.

Selain 26 WNI, pesawat tersebut turut mengangkut tujuh warga negara asing (WNA) keluar dari Afghanistan. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma Indan Gilang Buldansyah lantas menceritakan detik-detik proses evakuasi tersebut.

Indan menjelaskan bahwa proses evakuasi tersebut merupakan hasil sinergi antar kementerian dan lembaga. "Jadi segala sesuatu sesudah dirancang sedemikian rupa sehingga kegiatan evakuasi ini meminimalisir risiko dan memastikan aman untuk para WNI dan Satgas (Satuan Tugas Operasi Evakuasi WNI)," ujar Indan kepada CNN Indonesia, Sabtu.

Ia pun mengungkapkan bahwa tim evakuasi baru berangkat setelah pihaknya mendapat kepastian tentang keamanan lokasi penjemputan. Pemerintah disebutnya turut berkoordinasi dengan KBRI Afghanistan di Kabul sebelum berangkat dari Indonesia.

"Kemudian pesawat kita berangkatkan setelah mendapatkan clearance dari beberapa negara yang kita lewati," paparnya.

Adapun pesawat evakuasi dari Indonesia menunggu di Islamabad, Pakistan, terlebih dahulu. Usai mendapat persetujuan dari NATO, pihak Indan baru berangkat ke Afghanistan untuk menjemput para WNI tersebut.


Indan pun mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapinya selama proses evakuasi tersebut. Salah satunya adalah komunikasi yang hanya bisa dilakukan dalam jarak dekat dan sistem instrumen pendaratan yang tidak akurat.

"Memang saat masuk ke sana ada beberapa handicap (rintangan) yang menjadi tantangan pilot masuk ke sana. Pertama, komunikasi ground dengan pesawat ini bisa terjalin setelah dekat," ungkapnya. "Kemudian ALS yang disiapkan, ALS itu instrumen landing system, jadi sistem yang memandu pesawat mendarat, itu istilahnya tidak reliable, tidak akurat. Sehingga harus dikombinasikan dengan visual penerbang."

Selain itu, pihaknya juga terkendala cahaya pemandu pendaratan di runway pesawat yang tak menyala. Meski demikian, pesawat dapat mendarat dengan aman.

Sedianya, proses evakuasi didesain cepat, hanya sekitar 30 menit. Namun pada kenyataannya, proses evakuasi tersebut memakan waktu hingga dua jam. Setelah penumpang terangkut, pesawat pun akhirnya kembali ke Islamabad dan kemudian pulang ke Tanah Air.

Indan menilai bahwa situasi di Afghanistan kini sudah relatif lebih terkendali. Pihaknya juga tidak menghadapi situasi dimana banyak warga Afghanistan berebut ingin ikut naik pesawat asing untuk keluar dari negara tersebut.

"Itu situasi di beberapa hari sebelumnya, kalau saya dapat report dari kru kita situasi sudah relatif terkendali sehingga tidak terjadi hal yang seperti digambar kemarin itu. Semuanya bisa berjalan dengan lancar," pungkasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait