Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menceritakan kisah di balik evakuasi 26 WNI dari Afghanistan yang kini dikuasai Taliban. Termasuk soal rencana evakuasi yang dirancang cuma 20-30 menit.
- Elvariza Opita
- Sabtu, 21 Agustus 2021 - 20:46 WIB
WowKeren - Situasi politik di Afghanistan tengah memanas setelah Taliban berhasil mengambil alih pemerintahan. Kerusuhan pun tak bisa dihindari menyusul besarnya upaya warga, baik WN Afghanistan maupun WN asing, untuk keluar dari negara tersebut.
Beruntung Indonesia sudah berhasil mengevakuasi 26 WNI beserta beberapa WNA pada Jumat (20/8). Kini Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkap detik-detik evakuasi tersebut dalam wawancara eksklusifnya bersama Kumparan, Sabtu (21/8).
Pada kesempatan tersebut, Retno mengungkap rasa syukur karena berhasil mengevakuasi WNI dari lokasi konflik seperti Afghanistan, walau sejatinya proyek seperti ini bukan pertama kali dilakukan pemerintah. Hanya saja, Retno juga menegaskan tidak bisa memastikan semua WNI berhasil dievakuasi atau tidak karena alasan seperti berikut.
"Dipastikan nggak bisa, karena kan kadang banyak WNI kita yang tidak melapor dan sebagainya. Jadi untuk mengatakan (pasti atau tidak) tidak bisa disampaikan," ujar Retno.
Terkait evakuasi ini, Retno menyebut Indonesia telah memantau perkembangan situasi di Afghanistan sejak lama. "Kita biasanya sudah tahu suatu negara akan terjadi sesuatu, kita sudah memulai mendesain plan-nya. Kita desain bersama sehingga pada kejadian terjadi yang ada adalah adalah proses pematangan karena perkembangan sangat cepat dan perkembangan baru," terang Retno.
Rencana yang sudah dirancang itulah yang langsung dikembangkan serta dieksekusi tim evakuator WNI dari Afghanistan. Bahkan pemerintah menyiapkan rencana untuk mengevakuasi semua WNI dari Afghanistan hanya dalam kurun waktu 20 menit dengan posisi pesawat stand by menyala.
"Kita sudah exercise, bahkan teman dari TNI pada titik mereka sudah exercise bagaimana (evakuasi) dalam waktu cepat," tutur Retno. "Karena rencananya pesawat mendarat hanya 30 menit dalam kondisi engine on (mesin menyala)."
Namun ternyata rencana tinggallah rencana. Evakuasi berjalan melebar dari waktu perkiraan, dari 30 menit menjadi 2 jam, yang ternyata karena Retno akibat belum selesainya perizinan keamanan.
Pengamanan yang berlapis di dalam dan luar bandara membuat komunikasi intensif harus terus dilakukan. Bahkan izin terbang pesawat tersebut sempat tidak turun sampai akhirnya Indonesia kembali mendapat restu dan berhasil mengevakuasi puluhan warga tersebut.
(wk/elva)