Kemenkes membuka target vaksinasi COVID-19 bisa tuntas Januari 2022, alias tepat setahun sejak program pertama kali berjalan. Namun cakupan 70 persen warga tervaksin ditarget tercapai pada akhir 2021.
- Elvariza Opita
- Selasa, 24 Agustus 2021 - 14:53 WIB
WowKeren - Pemerintah terus menetapkan target untuk mengendalikan wabah COVID-19, salah satunya dari segi capaian vaksinasinya. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap Indonesia bertekad akan menyelesaikan semua urusan vaksinasi COVID-19 Januari 2022, alias tepat setahun sejak program ini dimulai.
"Kita itu mulainya kalau nggak salah 13 Januari," beber Budi Gunadi dalam konferensi persnya, Selasa (24/8). "Jadi kita mengejar targetnya ya di Januari tahun depan kita harapkan semuanya selesai."
Bahkan Kemenkes memiliki target yang lebih "ambisius", yakni agar 50 juta dosis vaksin dicapai dalam waktu 4 pekan atau sebulan. Bila bisa mencapai target tersebut, maka vaksinasi COVID-19 akan mencakup 70 persen populasi pada akhir 2021.
"Tapi kalau kita bisa dapat 4 minggu 50 juta, kita bisa dapat 200 juta tambahan itu, kita bisa hit mungkin di akhir tahun angka 300 ribu," ujar Budi Gunadi. "Kalau kita hit di akhir tahun 300 ribu dosis, nah itu kira-kira sudah 70 persen dari targetnya kita."
"Jadi, kalau kita bisa hit 300 ribu sampai akhir tahun, it's a good ambition," imbuh Budi Gunadi. Sedangkan di sisi lain, 70 persen sendiri merupakan target untuk mencapai herd immunity alias kekebalan komunal.
Namun ternyata perkara herd immunity tidak bisa dicapai sesederhana mencakup 70 persen populasi tervaksin. Hal ini seperti disampaikan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan yang menilai herd immunity kemungkinan tidak tercapai dalam situasi seperti saat ini.
Pernyataan Luhut ternyata didasarkan pada penyebaran wabah virus Corona varian Delta. Diketahui Indonesia menghadapi lonjakan besar kasus COVID-19 juga akibat varian yang semula berkembang di India ini.
"Memang kita menghadapi satu varian Delta yang tidak memungkinkan kita mencapai herd immunity. Ini sudah dirumuskan tim, ahli epidemiologi dari UGM maupun Unair," tutur Luhut dalam sambutan Rakornas Apindo ke-31.
Varian Delta, menurut sang Koordinator PPKM Level 2-4 Jawa-Bali, memiliki tingkat penularan 5-8 kali lebih cepat. Krisis ini dipersulit dengan belu adanya vaksin yang bisa melawan virus Corona varian Delta sepenuhnya.
"Ini visi yang kita mau sebenarnya ambang batas proporsi untuk mencapai herd immunity. Tidak mungkin kita capai karena semua vaksin yang ada angka efektivitas atau efikasinya 60 persen," katanya.
(wk/elva)