Majelis Lucu Indonesia angkat bicara soal penangkapan Coki Pardede karena terjerat kasus narkoba. Mereka juga mengomentari soal pengakuan Coki sebagai penyuka sesama jenis alias gay.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Sabtu, 04 September 2021 - 12:30 WIB
WowKeren - Nama komika Coki Pardede menjadi sorotan publik karena terjerat kasus narkoba. Coki diciduk polisi dengan barang bukti berupa sabu pada Rabu (1/9) lalu.
Baru-baru ini sebuah fakta baru soal Coki terungkap. Saat menjalani pemeriksaan, Coki mengaku jika dirinya memiliki kelainan seksual sebagai penyuka sesama jenis alias gay. Sebelumnya saat diciduk polisi, Coki pun diduga sedang asyik menonton video syur sesama pria.
Terkait pengakuan Coki tersebut, Patrick Effendy selaku CEO PT Jenaka Sumber Rejeki atau Majelis Lucu Indonesia (MLI) ikut memberi tanggapan. Sebagai partner kerja, Patrick menegaskan terkait referensi seksual adalah sesuatu hal yang personal. Bahkan menurut Patrick, di lingkungan MLI tak begitu mempermasalahkan hal tersebut.
"Kalau referensi seksual itu kayaknya terlalu personal ya, bahkan untuk kita semua itu...ini aja dia (Tretan Muslim) nikah, kita gak tahu," kata Patrick Effendi dalam podcast Deddy Corbuzier pada Sabtu (4/9).
"Maksudnya kita itu di MLI kayak gitu, ada part, yang terbuka, ada yang nggak," sambung Patrick. "Apa ya, jadi kalau referensi seksual itu susah kalau ngobrol karena memang harusnya dari dia sendiri."
Bahkan menurut Patrick, Coki pun tak pernah bicara banyak soal referensi seksualnya. "Nggak pernah ngobrolin sih, dia sama siapa gitu yaudah, kalau dia gak cerita, ya kita gak nanya," jelas Patrick.
Sementara itu pengakuan mengejutkan datang dari Patrick Effendy dan Tretan Muslim yang justru merasa lega atas tertangkapnya Coki. Mereka merasa Coki memang butuh pengobatan untuk menyembuhkan ketergantungannya pada narkoba.
"Kalau boleh jujur, gue kayak bisul pecah, terdengar jahat buat banyak orang, actually gue lega," ungkap Patrick Effendy. "Leganya lebih karena akhirnya tanpa diganggu apapun, distraction dari semua, Coki punya program yang fokusnya itu untuk adiksinya dia."
"Lega, kalau memang yang terbaik, karena gimana lagi, dia didakwahin gak mempan juga, mau cara apa lagi," sambung Tretan Muslim. "Dari November sampai sekarang, harus deg-degan, kalau tiba-tiba Coki hilang."
(wk/tria)