PPKM Luar Jawa-Bali Sampai 20 September, RI Siap 'Berdamai' dengan COVID-19 Lewat 3 Cara Ini
Nasional
PPKM Darurat

Pemerintah kembali memperpanjang PPKM Level 2-4. Untuk wilayah Jawa dan Bali sampai Senin (13/9), sedangkan luar kedua wilayah tersebut diperpanjang hingga 20 September 2021.

WowKeren - Pemerintah telah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2-4 di Jawa dan Bali sampai 13 September 2021. Sedangkan untuk wilayah luar Jawa dan Bali, PPKM Level 2-4 juga diperpanjang dengan durasi lebih lama, yakni sampai 20 September 2021.

"Pemerintah memutuskan untuk perpanjangan (PPKM tanggal) 7-20 (September)," kata Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Senin (6/9). Disebutkan bahwa terjadi perkembangan yang baik, termasuk dari 7 provinsi PPKM Level 4 berkurang menjadi 2 saja, yaitu Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Total yang akan menerapkan PPKM Level 4 adalah 23 kabupaten/kota. Sebanyak 314 kabupaten/kota akan menjalankan PPKM Level 3, sementara PPKM Level 2 diterapkan pada 49 kabupaten/kota.

Airlangga yang juga menjabat sebagai Koordinator PPKM Level 2-4 Luar Jawa-Bali menjelaskan perlunya berbagai upaya untuk mengendalikan kasus COVID-19 yang ada. Apalagi karena sampai sekarang wilayah luar Jawa dan Bali berkontribusi hingga 60 persen dari total kasus COVID-19.


Padahal di sisi lain, Papua yang masuk wilayah di luar Jawa-Bali akan menyelenggarakan PON XX Papua. Pemerintah pun tidak mengesampingkan hal tersebut, termasuk menyoroti soal laju vaksinasi di wilayah terkait.

Naik turunnya kasus COVID-19 ini pun memicu kepercayaan pemerintah bahwa virus Corona tidak akan pergi dan akan berakhir sebagai penyakit endemi, sebagaimana diyakini di beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Karena itulah, Koordinator PPKM Level 2-4 Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa pemerintah juga telah mengatur strategi untuk perlahan bisa bertransisi dari pandemi ke endemi COVID-19.

"COVID-19 tidak akan hilang dalam waktu yang singkat dan kita perlu menyiapkan diri untuk hidup bersama COVID-19. Karena COVID-19 ini akan berubah dari pandemi ke endemi," jelas Luhut. "Tiga strategi pengendalian pandemi kita akan menjadi kunci utama transisi kehidupan kita ketika COVID-19 menjadi endemi," terang Luhut.

"Tiga strategi itu adalah peningkatan coverage vaksinasi yang cepat dan ke seluruh masyarakat Indonesia, serta testing tracing treatment yang baik, dan kepatuhan prokes 3M yang tinggi. Di mana sistem PeduliLindungi yang kita gunakan saat ini akan menajdi integrator utama dari 3 strategi tersebut sehingga bisa meminimalkan penularan COVID-19 ketika kita membuka kembali aktivitas masyarakat secara bertahap," pungkasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts