Bioskop Terus Tutup di Masa PPKM, Pengusaha Ungkap Kerugian capai Rp 1 Triliun
Unsplash/Kilyan Sockalingum
Nasional
PPKM Darurat

Kebijakan PPKM Level yang telah diperpanjang beberapa kali ini rupanya dikeluhkan oleh pengusaha bioskop. Pasalnya, kebijakan tersebut berimbas pada kerugian yang tak sedikit.

WowKeren - Pemerintah telah beberapa kali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level demi menekan angka COVID-19 di Indonesia. Publik kini tengah menanti nasib PPKM Level 2-4 wilayah Jawa-Bali yang sedianya akan berakhir pada Senin (13/9) hari ini.

Adapun PPKM Level yang terus diperpanjang ini rupanya dikeluhkan oleh pengusaha bioskop. Pasalnya, kebijakan tersebut berimbas pada kerugian yang tak sedikit.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengaku telah menyurati sejumlah Kementerian untuk meminta bioskop kembali dibuka seiring dengan relaksasi PPKM di sejumlah wilayah. Menurut Djonny, surat tersebut telah dikirimkan pada awal September lalu dan sudah dilaporkan ke Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Sebelum tanggal 6 September sudah dikirim, minta supaya bioskop tolong dibuka udah kelamaan ditutup," ungkap Djonny, Minggu (12/9).

Djonny mengungkapkan bahwa perhitungannya menemukan kerugian satu bioskop yang tak beroperasi bisa mencapai Rp 150 juta per bulan. Dengan demikian, total kerugian gabungan pengusaha bioskop dapat melampaui Rp 1 triliun karena bioskop sudah tidak beroperasi cukup lama.


"Banyak ruginya dari A sampai Z, karyawan dirumahkan, bayar listrik, sewa mal, segala macam kerugiannya besar sekali," kara Djonny.

Oleh sebab itu, kalangan pengusaha menyurati pemerintah untuk mengizinkan pembukaan kembali bioskop. Menurut Djonny, permintaan izin pembukaan bioskop tersebut juga didasari oleh kesiapan seluruh anggota asosiasi untuk mengikuti protokol kesehatan sesuai amanat pemerintah.

Sebagai contoh, aplikasi PeduliLindungi kini dijadikan syarat utama izin operasi bioskop di masa PPKM. Selain itu, jumlah pengunjung juga akan dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas maksimal.

"PeduliLindungi itu sekarang menjadi pokok, syarat utama kita sudah ditatar terkait hal itu sebelum tanggal 6 September. Kita sudah kirim semua ke daerah," pungkas Djonny.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan bahwa pembukaan bioskop masih dalam tahap pembahasan dengan sejumlah pihak. Pada Kamis (9/9) pekan lalu, Riza menyatakan masih belum ada kesepakatan terkait hal ini.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts