Perpanjangan PPKM Jawa-Bali: Bioskop Boleh Buka di Wilayah Level 2 dan 3
Unsplash/Denise Jans
Nasional
PPKM Darurat

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bioskop di wilayah PPKM Level 2 dan 3 bisa kembali beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen.

WowKeren - Pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level Jawa-Bali hingga 20 September 2021 mendatang. Dalam perpanjangan PPKM kali ini, sejumlah penyesuaian pun diterapkan.

Salah satunya adalah pembukaan bioskop. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan bioskop di wilayah PPKM Level 2 dan 3 bisa kembali beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen.

"Namun dengan kewajiban menggunakan aplikasi PeduliLindungi serta protokol kesehatan yang ketat," jelas Luhut dalam konferensi pers pada Senin (13/9). "Hanya kategori hijau yang dapat masuk area bioskop."

Selain bioskop, lokasi pariwisata yang dibuka di wilayah PPKM Level 3 juga turut bertambah. Pembukaan lokasi pariwisata ini turut diikuti oleh protokol kesehatan ketat dan implementasi aplikasi PeduliLindungi.

"Penerapan ganjil-genap akan diberlakukan pada daerah-daerah tempat wisata mulai Jumat pukul 12 siang, sampai dengan Minggu pukul 18.00," papar Luhut.

Luhut menjelaskan aturan ganjil-genap di lokasi wisata ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas warga ke sana. Luhut meyinggung lokasi wisata di Pangandaran yang pekan lalu sempat didatangi pengunjung berjumlah luar biasa banyak.


Selain itu, pemerintah rupanya turut memperketat persyaratan perjalanan internasional dari luar negeri. Luhut mengungkapkan bahwa para pelaku perjalanan internasional wajib menerima vaksinasi COVID-19 secara penuh, menjalani tes PCR tiga kali, dan melakukan karantina selama delapan hari.

"Dan pembatasan pintu masuk untuk memudahkan pengawasan. Jadi masuk dari udara hanya dari Cengkareng dan melalui Manado," papar Luhut. "Sedang Bali kita pertimbangkan untuk bisa jalan. Kita akan lihat satu minggu ke depan."

Di sisi lain, pemerintah juga disebut telah mempersiapkan diri untuk hidup bersama dengan COVID-19. Luhut pun menyampaikan tiga kunci utama untuk hidup bersama COVID- 19.

"Pertama adalah cakupan vaksinasi yang tinggi, terutama untuk kelompok yang rentan seperti lansia. Kedua adalah penerapan 3T, termasuk penanganan isoter (isolasi terpusat) optimal," terang Luhut.

Luhut menjelaskan pentingnya isoter dalam kehidupan bersama COVID-19. Nantinya, orang-orang yang berstatus hitam di aplikasi PeduliLindungi akan segera ditangani dan dibawa ke tempat karantina terpusat untuk menghindari penularan ke orang lain.

"Ketiga adalah kepatuhan protokol kesehatan yang tinggi, meliputi 3M, implementasi screening PeduliLindungi," pungkasnya. "Jika capaian vaksinasi masih rendah, maka tiga strategi tersebut akan ditambahkan dengan pembatasan kegiatab masyarakat seperti implementasi PPKM yang ada saat ini."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts