PPKM Level Jawa-Bali Diperpanjang Lagi, Ganjar Pranowo Geram Daerah Ini Kembali Jadi Level 4
humas.jatengprov.go.id
Nasional
PPKM Darurat

PPKM Level diketahui masih menjadi salah satu upaya 'andalan' pemerintah dalam menghadapi pandemi COVID-19. Pada perpanjangan kali ini, ada daerah yang kembali menjadi level 4.

WowKeren - Pemerintah sebelumnya, telah resmi kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, 3, 2 Jawa-Bali hingga 20 September mendatang. Dalam perpanjangan kali ini, ada perubahan level PPKM di sejumlah daerah.

Di Jawa Tengah (Jateng), ada satu daerah yang disebut kembali menjadi PPKM level 4. Adapun daerah itu adalah Brebes. Hal ini lantas memicu amarah dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Kemudian Bupati Brebes, Idza Priyanti juga langsung memanggil 14 Direktur rumah sakit di daerahnya.

Ganjar menilai bahwa kembalinya Brebes menjadi PPKM Level 4 itu lantaran adanya euforia berlebihan di kalangan masyarakat. Ia menuturkan ada beberapa indikasi umum mengapa level PPKM bisa kembali meningkat. "Maka semua saya omongkan, tidak hanya Brebes ya, jangan euforia dulu," tegas Ganjar di kantor pada Selasa (14/9).


Lebih lanjut, Ganjar menutukan bahwa selain adanya euforia sehingga membuat abai protokol kesehatan, indikasi lain atas meningkatnya level PPKM suatu daerah juga dipengaruhi oleh tingkat vaksinasi COVID-19 yang belum tinggi. Maka dari itu, ia meminta agar setiap daerah bisa menghabiskan stok vaksin yang diterima dalam satu hari.

"Ini Sragen bisa maka yang lain harus bisa. Sehari Anda terima, maka hari itu juga habis dan itu ternyata enggak cukup sulit," terang Ganjar. "Karena dia harus memetakan saja titik-titik untuk vaksinnya termasuk vaksinatornya. Ini hanya butuh satu aja, mau. Nanti kalau cepat, aman."

Sementara itu, mengenai Brebes yang kembali menjadi level 4 padahal sebelumnya sudah turun ke level 3, Idza menyebut penyebab teknis yakni terjadi akumulasi jumlah kematian dan kasus positif COVID-19 yang datanya delay dalam input data laporan. Dalam laporan ke Pemprov Jateng, ia menerangkan tercatat angka kematian periode 7-13 September, sebanyak 90 orang, serta kasus positif di angka 152 orang.

"Hal ini karena ada data delay yang dimasukkan bulan September, yaitu data Juni, Juli sampai Agustus," beber Idza kepada wartawan, Selasa (14/9). "Data bulan-bulan itu baru masuk bulan September."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts