WHO Ungkap Mobilitas Rekreasi Warga di Jatim Hingga Banten Naik Seperti Sebelum Pandemi
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Di sisi lain, Indonesia melaporkan 3.948 kasus COVID-19 baru pada Rabu (15/9) kemarin. Sehingga jumlah kumulatif kasus COVID-19 Tanah Air kini telah mencapai angka 4.178.164.

WowKeren - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyoroti tren kenaikan mobilitas masyarakat di wilayah Jawa dan Bali. Hal ini tertuang dalam laporan WHO per tanggal 15 September 2021.

"Sebuah tren kenaikan mobilitas masyarakat terpantau di seluruh provinsi di Jawa dan Bali, terutama di stasiun transit dan retail dan rekreasi," demikian kutipan laporan tersebut. "Peningkatan mencolok dalam mobilitas masyarakat di ritel dan rekreasi terlihat khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten, di mana level mobilitasnya telah mencapai sebelum pandemi."

Menurut WHO, kenaikan mobilitas tersebut berpotensi membawa dampak pada penularan dan kapasitas sistem kesehatan. Oleh sebab itu, diperlukan formulasi rencana yang konkrit untuk mengantisipasi dan memitigasinya.

"Peningkatan mobilitas dapat menyebabkan peningkatan interaksi di antara orang-orang, yang dapat memengaruhi penularan COVID-19," lanjutnya.


Dalam laporan tersebut, WHO juga menyoroti 54 siswa SMA 1 Padang Panjang di Sumatra Barat yang terpapar COVID-19 setelah satu bulan menerapkan aktivitas pembelajaran tatap muka. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang menyatakan bahwa para siswa tersebut kini tengah menjalani isolasi mandiri di fasilitas asrama sekolah.

"Klaster kasus juga dilaporkan di Institut Shanti Bhuana di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat," tulis laporan tersebut. "Pada 12 September, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat melaporkan bahwa berdasarkan hasil pengujian reaksi berantai polimerase (PCR), 139 siswa dari institut tersebut dipastikan terpapar COVID-19."

Selain itu, WHO juga membahas pemerintah Indonesia yang telah menurunkan PPKM seluruh provinsi ke Level 3 pada 13 September 2021 lalu. Meski seluruh provinsi telah turun ke Level 3, masih ada sembilan kabupaten/kota yang menjadi wilayah PPKM Level 4.

Di sisi lain, Indonesia melaporkan 3.948 kasus COVID-19 baru pada Rabu (15/9) kemarin. Sehingga jumlah kumulatif kasus COVID-19 Tanah Air kini telah mencapai angka 4.178.164.

"Angka kasus mingguan dari 6 hingga 12 September mencapai 38.491 kasus, menurun 30 persen dibandingkan minggu sebelumnya," paparnya. "Pada 15 September, Indonesia melaporkan 267 kasus kematian COVID-19 baru, dan jumlah kumulatifnya mencapai 139.682 kasus. Angka kasus kematian baru mingguan dari 6 hingga 12 September mencapai 3.028 kasus, menurun 23 persen dibanding minggu sebelumnya."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts