Begini Cara Jitu Pakar Cegah COVID-19 Mu, Lambda, dan C.1.2 Menyebar di Indonesia
Pixabay/mattthewafflecat
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman membeberkan upaya untuk mencegah varian virus Corona, yakni Mu, Lambda, dan C.1.2 berkembang di Indonesia. Begini penjelasan selengkapnya.

WowKeren - COVID-19 varian Delta memang masih mendominasi penyebaran di Indonesia, namun belakangan pemerintah sudah menyuarakan kewaspadaan atas tiga varian baru. Ketiganya adalah Mu, Lambda, dan C.1.2 yang beberapa di antaranya bahkan diklaim lebih berbahaya daripada varian Delta.

Pemerintah memastikan bahwa ketiga varian ancaman baru tersebut belum masuk ke Tanah Air. Meski demikian, kondisi Indonesia yang memiliki begitu banyak pintu masuk, baik dari darat, laut, dan udara dinilai memperbesar kemungkinan virus tersebut sebenarnya sudah masuk.

"Oleh karena itu, keberadaan varian seperti Mu, Lambda, dan C.1.2," kata Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, kepada Kompas, Kamis (16/9). "Itu kita tidak perlu kaget kalau itu sudah masuk Indonesia."

Dicky menilai, masuknya ketiga varian hanya perkara waktu karena beberapa hal. Termasuk karena Indonesia yang menurutnya belum kuat dari segi menyediakan kapasitas testing, tracing, dan treatment (3T).


"Ini semua masih terjadi, walaupun saat ini sudah terjadi perbaikan secara umum. Namun berbicara Indonesia itu sangat kompleks," tutur Dicky. "Karena kita memiliki banyak pulau terluar, banyak daerah terpencil, dan variasi kualitas intervensi dari setiap kabupaten/kota dalam melakukan 3T, 5M, dan vaksinasi."

Meski demikian, Dicky meminta publik untuk tidak berkecil hati terhadap besarnya kemungkinan varian-varian baru itu masuk. Sebab yang terpenting adalah bagaimana pemerintah bisa merespons bila ada varian COVID-19 yang masuk, yakni dengan strategi yang sama berupa penguatan 3T, protokol kesehatan 5M, dan vaksinasi.

Namun untuk kali ini, Dicky mengimbau agar pembatasan terhadap mobilitas masyarakat juga diperkuat. "Terus seperti itu, tidak boleh abai," tegasnya.

"Dan pekerjaan besar untuk menjaga stabilitas atau terkendalinya pandemi pada level test positivity rate yang jauh di bawah 5 persen dan faktor lainnya itu bukan perkara yang cukup dilakukan beberapa saat," imbuh Dicky. "Tapi harus terus-menerus hingga pandemi dicabut statusnya."

Sedangkan di sisi lain, pemerintah sudah merespons ketiga varian COVID-19 ini dengan upaya memperkuat pengetatan di seluruh pintu masuk negara. Seperti dengan memperkaya tahap proses karantina bagi mereka yang akan masuk ke Indonesia, baik melalui jalur apapun.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts