Sempat Ditunda Akibat COVID-19, Lembaga Tabung Haji Malaysia Tetap Lanjutkan Persiapan
AP Photo
Dunia
Pandemi Virus Corona

Arab Saudi sebelumnya telah menutup akses bagi warga asing yang hendak melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci, lantaran berada dalam pandemi COVID-19. Kini, akses bagi warga asing telah dibuka kembali.

WowKeren - Pandemi COVID-19 yang melanda negara di dunia membuat sejumlah aktivitas tidak bisa dilaksanakan seperti biasa. Salah satunya adalah ibadah Haji dan Umrah di Tanah Suci. Seperti yang diketahui, selama pandemi berlangsung, Arab Saudi menutup akses bagi warga asing yang ingin menuanikan ibadah Haji dan Umrah.

Akibatnya, sejumlah negara dengan terpaksa harus menunda keberangkatan jemaahnya, termasuk Malaysia. Malaysia diketahui telah mengalami penundaan keberangkatan jemaah hajinya sebanyak dua kali.

Meski demikian, Lembaga Tabung Haji (TH) Malaysia tetap melanjutkan persiapannya dengan mempertimbangkan situasi pandemi dan perkembangan COVID-19 di Arab Saudi saat ini. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Haji TH, Datuk Seri Syed Saleh Abdul Rahman.


Melansir malaymail, Abdul mengatakan bahwa perencanaan dan persiapan tersebut terus dilakukan sejak musim haji 2020 lalu, dalam upaya memastikan jemaah Haji Malaysia dapat menjalankan rukum Islam kelima dengan lancar. Kemudian, salah satu langkah yang dilaksanakan adalah melakukan 14 rangkaian kursus haji bagi calon jemaah haji secara online.

Mengenai rangkaian kursus haji itu, kata Ahmad, termasuk juga satu rangkaian tambahan yang menekankan pada standar operasional prosedur (SOP) baru di Arab Saudi, serta aturan dan regulasi haji di lingkungan COVID-19 saat ini. Selain itu, TH juga akan memastikan bahwa calon jemaah haji telah mendapatkan vaksinasi masing-masing secara lengkap.

Seperti yang diketahui, syarat untuk bisa melaksanakan ibadah haji di Arab Saudi adalah harus sudah divaksin COVID-19. Selain itu, Ahmad menuturkan bahwa TH dalam , tingkat nasional, yang digelar sebelumnya juga menekankan pada konsep istito'ah atau kesanggupan menunaikan ibadah hadi di tengah pandemi.

"Dalam muzakarah ini, penting bagi kita untuk menyempurnakan dan menetapkan resolusi yang akan digunakan sebagai panduan haji untuk melakukan haji dalan norma baru," terang Ahmad dalam wawancara dengan Bernama. "Dengan melihat kendala pergerakan dan hambatan jika terjadi wabah."

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts