Tetap Waspada! Pakar 'Ramal' RI Hadapi Gelombang Ketiga COVID-19 Akhir Desember
AFP/Timur Matahari
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengungkap potensi Indonesia menghadapi gelombang ketiga COVID-19 pada akhir Desember 2021. Lalu bagaimana mengantisipasinya?

WowKeren - Kondisi COVID-19 Indonesia beberapa waktu terakhir sudah membaik. Ditandai dengan kasus harian yang semakin menurun, hingga berbagai pelonggaran yang mulai diberlakukan.

Namun situasi ini, kembali diingatkan oleh Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, jangan ditanggapi dengan euforia berlebihan. Sebab bisa jadi Indonesia akan menghadapi gelombang ketiga COVID-19 pada akhir Desember 2021 mendatang.

Dicky sebelumnya pernah memprediksi gelombang ketiga COVID-19 Indonesia dimulai pada September, lalu mundur ke Oktober 2021. Kini prediksinya mundur semakin jauh ke Desember karena pemerintah sempat mengetatkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Karena sebelumnya saya selalu sampaikan potensi gelombang ketiga ada September, ini potensi gelombang ketiga mundur," ujar Dicky dalam sebuah diskusi daring, Jumat (17/9). "Tadinya Oktober, mundur lagi Desember."


"Karena apa, karena pemerintah memperpanjang PPKM, jadi ini kan estimasi prediksi (juga mengacu) ketika ada intervensi yang kuat. PPKM level ini efektif, makanya jangan sampai kita abai dalam indikator-indikator pelonggaran, termasuk vaksinasi, jadi masukkan di situ kombinasi 3T, 3M," imbuh Dicky.

Karena itulah, Dicky mengingatkan bahwa perjuangan mengendalikan wabah COVID-19 belum berakhir walau kini situasi sudah lebih baik. Jangan sampai tren perbaikan kasus ini dimaknai dengan sikap abai protokol kesehatan atau pengurangan testing dan tracing yang merupakan kunci penting mengendalikan wabah.

"Kombinasi 3T, 3M, termasuk kombinasi vaksinasi, ini membuat si potensi gelombang ketiga tuh makin mundur, jadi makin agak landai, jadi menekan," tegas Dicky. "Nah, ini artinya perjuangan kita belum selesai."

Perjuangan pengendalian COVID-19 di Indonesia sendiri tampaknya memang belum akan berakhir dalam waktu dekat. Terbukti dari Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan, yang menyebut pembatasan akan terus dilakukan untuk memonitor situasi yang ada.

"Jadi PPKM ini adalah alat kita untuk memonitor. Kalau dilepas, tidak dikendalikan, terus bisa ada gelombang (penularan COVID-19) berikutnya," terang Luhut. "Pemerintah menegaskan akan terus memberlakukan PPKM Level ini diseluruh wilayah Jawa-Bali dan nanti saya kira Pak Airlangga juga sampaikan di luar Jawa-Bali akan sama."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts