Viral Napi Alami Luka Lebam Di Sekujur Tubuh, Diduga Dipukuli Petugas
pixabay.com
Nasional

Tindak kekerasan yang dilakukan oleh petugas keamanan kembali terjadi. Dalam video yang tersebar di sosial media, menunjukkan napi mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya.

WowKeren - Baru-baru ini, beredar sebuah video yang menunjukkan kondisi narapidana (napi) Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya. Dalam video yang tersebar di sosial media itu menyebut bahwa napi mendapatkan luka-luka tersebut diduga akibat dari pemukulan oleh petugas atau sipir.

Video itu diketahui direkam oleh sesama napi di dalam sel tahanan. Dalam video itu, terdengar suara seorang pria yang meminta temannya itu untuk membuka bajunya. Kemudian, napi itu membuka bajunya dan tampak penuh luka lebam. Napi lainnya pun berkumpul di sekitaran sel.

Lebih lanjut, dalam video itu si perekam menyebut bahwa petugas memukuli napi tersebut lantaran tidak mau memberikan uang Rp30 juta ke sipir. "Inilah tindakan pegawai Lapas Kelas I Medan, kami bukan binatang, kami manusia pak," terang napi yang tidak diketahui identitasnya, dilansir dari CNNIndonesia.com, Minggu (19/9).

"Kami digereng (ditahan) sampai bertahun-tahun di sini karena masalah kecil saja, diminta uang Rp30 hingga 40 juta baru bisa keluar," ungkap napi. "Kalau enggak, kami dipukuli seperti ini.


Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Erwedi Supriyanto mengaku bahwa pihaknya bersama tim Kanwil Kemenkumham Sumut masih mendalami video tersebut. Meski demikian, ia membenarkan bahwa lokasi tersebut di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan.

"Kemarin tersebar video viral itu untuk sementara masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan," ujar Erwedi kepada CNNIndonesia.com, Minggu (19/9). "Tapi melihat posisi dan gambar kami benarkan itu di Lapas Kelas I Medan."

Akan tetapi, untuk kebenaran dalam video tersebut, Erwedi menuturkan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman. Apalagi dari video yang tersebar itu terlihat direkam dalam sel isolasi atau pengasingan untuk napi berisiko tinggi, seperti napi teroris.

Erwedi menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan tindakan tegas bagi petugas jika memang benar melakukan tindak kekerasan seperti yang disebutkan dalam narasi video. "Jika nanti video itu benar, peristiwa itu misalnya dilakukan petugas tentu ada pemeriksaan lebih lanjut lagi," terangnya.

"Dan tentu akan kita berikan tindakan, kita sedang pendalaman karena itu jan hanya video tapi kita belum tahu petugasnya siapa," tandas Erwedi.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts