Kabar Gembira! Kasus COVID-19 Harian RI Turun ke Angka 2.234, Positivity Rate 1,67   Persen
AFP
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 6.186 orang pada Minggu (19/9). Kasus kematian COVID-19 harian juga menurun ke angka 145 pada Minggu kemarin.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Pada Minggu (19/9), Indonesia hanya mencatat 2.234 kasus COVID-19 baru. Adapun jumlah kumulatif kasus COVID-19 sejak awal pandemi kini telah mencapai angka 4.190.763.

Sementara itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 6.186 orang pada Minggu. Kasus kematian COVID-19 harian juga menurun ke angka 145 pada Minggu kemarin.

Pada Minggu, tidak ada provinsi yang melaporkan lebih dari 300 kasus COVID-19. Berdasarkan sebarannya, Jawa Timur menyumbang kasus COVID-19 tertinggi dengan angka 234 kasus.

Kemudian disusul dengan Jawa Tengah yang mencatat 219 kasus dan Jawa Barat dengan 170 kasus. Setelah itu, ada DKI Jakarta yang mencatat 155 kasus, Sumatera Utara dengan 145 kasus, Bali dengan 115 kasus, dan Aceh dengan 111 kasus.


Kabar baik lainnya, Kementerian Kesehatan mencatat positivity rate harian COVID-19 per Minggu kemarin mencapai 1,67 persen. Angka ini telah lebih baik dibanding standar aman yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), yakni 5 persen. Sementara itu, Indonesia sempat mencatat rekor positivity rate harian tertinggi pada 22 Juni 2021 lalu, yakni mencapai 51,62 persen.

Di sisi lain, epidemiolog telah memperingatkan agar penurunan kasus COVID-19 saat ini tak ditanggapi dengan euforia berlebihan. Menurut epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman, Indonesia bisa jadi akan menghadapi gelombang ketiga COVID-19 pada akhir Desember 2021 mendatang.

Dicky sebelumnya pernah memprediksi gelombang ketiga COVID-19 Indonesia dimulai pada September, lalu mundur ke Oktober 2021. Kini prediksinya mundur semakin jauh ke Desember karena pemerintah sempat mengetatkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

"Karena sebelumnya saya selalu sampaikan potensi gelombang ketiga ada September, ini potensi gelombang ketiga mundur," ujar Dicky dalam sebuah diskusi daring, Jumat (17/9). "Tadinya Oktober, mundur lagi Desember."

Oleh sebab itu, Dicky mengingatkan bahwa perjuangan mengendalikan wabah COVID-19 belum berakhir walau kini situasi sudah lebih baik. Jangan sampai tren perbaikan kasus ini dimaknai dengan sikap abai protokol kesehatan atau pengurangan testing dan tracing yang merupakan kunci penting mengendalikan wabah.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts