Ada Bocoran MotoGP 2022 Digelar di Sirkuit Mandalika, Ternyata Cuma Dibatasi Untuk 15% Penonton
YouTube/MotoGP
Nasional

Beredar bocoran Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP untuk agenda tanggal 13 atau 20 Maret 2022. Nanti pertandingan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB.

WowKeren - Beredar bocoran kalender balap sementara MotoGP 2022 yang turut memasukkan Indonesia. Nantinya MotoGP Indonesia akan digelar di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada awal musim.

Adalah Speedweek yang membocorkan kalender sementara tersebut meski MotoGP baru secara resmi mengumumkan jadwal pertandingannya pada akhir September mendatang. Dan menurut kalender bocoran tersebut, MotoGP 2022 akan diselenggarakan dalam 21 seri, dengan tambahan Sirkuit Mandalika dan Kymi Ring di Finlandia.

MotoGP musim depan akan dimulai per 6 Maret 2022 di Sirkuit Losail, Qatar. Sedangkan Indonesia akan mendapat kesempatan menyelenggarakan MotoGP antara 13 atau 20 Maret 2021.

Lantas akankah pertandingan MotoGP bisa disaksikan secara langsung, terutama di tengah pandemi COVID-19 seperti saat ini? Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan pemerintah perihal pengaturan penonton di MotoGP 2022.


Namun Sirkuit Mandalika diketahui juga untuk menyelenggarakan World Superbike (WSBK). Dan untuk penyelenggaraan WSBK ini, ternyata pengelola tidak mengizinkan kapasitas penuh penonton.

Sirkuit Mandalika dapat menampung hingga 188 ribu penonton, termasuk 50 ribu kursi di tribun. Namun menurut CEO Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ricky Baheramsjah, hanya sekitar 15 persen dari kapasitas maksimum penonton yang boleh masuk ke venue, atau berarti sekitar 20-30 ribu orang.

"Jika kita diizinkan untuk dihadiri oleh penonton di Mandalika, kita akan melihat persentase dari total kapasitas penonton," kata Ricky, dikutip dari Crash, Senin (20/9). "Dan karena penonton duduk di area terbuka yang sangat luas dan lingkungan terbuka, maka kapasitas penonton mencapai 20.000-30.000 penonton per hari yang berarti sekitar 15 persen dari kapasitas penuh."

"Itu memang jumlah yang sangat kecil, tapi yang terpenting adalah belajar dari sirkuit lain yang sudah mengadakan balapan dengan audiens besar untuk melihat apa pedoman dan prosedur mereka. Sehingga kami dapat menyesuaikan dan kami terus bekerja dengan pemerintah," sambungnya sembari menegaskan bahwa MGPA hanya ingin menyelenggarakan pertandingan yang aman untuk semua pihak.

Chief Strategic and Communication MGPA, Happy Harinto, juga mengakui bahwa menggelar pertandingan di tengah pandemi COVID-19 memang sangat sulit. "Kami menunggu instruksi dari pemerintah apakah diizinkan dengan kehadiran penonton atau tidak. Tapi yang jelas, kami dari MGPA sudah siap," tegasnya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts