Risiko Gagal Bayar Evergrande Bikin Pasar Khawatirkan Potensi Efek Domino ke Ekonomi Global
Dunia

Pakar kredit menilai jika masalah itu lebih lanjut dapat mengikis kepercayaan para investor di sektor properti Tiongkok, begitu juga dengan pasar kredit tingkat rendah.

WowKeren - Kondisi finansial yang dialami oleh Grup Evergrande Tiongkok turut membuat para investor ketar-ketir. Risiko gagal bayar Evergrande membuat investor mencari tanda-tanda intervensi pemerintah Tiongkok untuk turut membendung potensi efek domino bagi perekonomian global.

"Kami percaya Beijing hanya akan dipaksa untuk turun tangan jika ada penularan luas yang menyebabkan beberapa pengembang besar gagal dan menimbulkan risiko sistemik terhadap ekonomi," bunyi laporan S&P, Senin (20/9). "Kegagalan Evergrande saja tidak cukup untuk menghasilkan skenario seperti itu."

Pakar kredit menilai jika masalah itu lebih lanjut dapat mengikis kepercayaan para investor di sektor properti Tiongkok, begitu juga dengan pasar kredit tingkat rendah. Ketua Evergrande Hui Ka Yuan tentu tak tinggal diam melihat potensi kecemasan para investor.

Media lokal melaporkan pada Selasa (21/0) bahwa Yuan meyakinkan para stafnya melalui surat dengan mengatakan bahwa perusahaan akan keluar dari situasi terpuruk. Perusahaan juga disebutnya akan memberikan proyek properti seperti yang dijanjikan.


Ia juga mengatakan bahwa Evergrande akan memenuhi tanggung jawab mereka, termasuk kepada investor, pembeli properti, mitra, maupun lembaga keuangan. Adapun surat ini dikeluarkan bertepatan dengan festival pertengahan musim gugur Tiongkok.

Namun terlepas dari itu semua, para investor di Evergrande tetap gelisah. Pasalnya, ketika saham Evergrande dijual lagi pada hari ini, ternyata turun sebanyak 7 persen.

Padahal di hari sebelumnya, harga sahamnya sudah jatuh 10 persen. Tak pelak hal ini semakin memicu kekhawatiran terhadap utang 305 miliar dolar yang dapat membawa pada kerugian yang lebih luas dalam sistem keuangan Tiongkok jika terjadi keruntuhan.

Sementara itu, Pemerintah Tiongkok masih terkesan diam tentang krisis di Evergrande. Mereka tidak menyinggung masalah perusahaan dalam media pemerintah selama hari libur umum.

Analis Citi mengatakan bahwa pemerintah dapat "mengulur waktu untuk mencerna" masalah pinjaman Evergrande dengan mengarahkan bank untuk tidak menarik kredit atau juga bisa dengan memperpanjang batas waktu pembayaran bunga. Para analis mengatakan ada "kekhawatiran investor yang meningkat tentang potensi risiko limpahan" dari krisis utang yang dialami Evergrande.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts