Irjen Napoleon Dijebloskan ke Sel Isolasi Usai Heboh Aniaya-Lumuri Tinja ke M Kece
YouTube/INTERPOL
Nasional

Polri memindahkan Irjen Napoleon Bonaparte ke sel isolasi di Rutan Bareskrim pada Selasa (21/9) setelah menyelesaikan pemeriksaan terkait kasus penganiayaan terhadap Muhammad Kece.

WowKeren - Irjen Napoleon Bonaparte menghadapi sejumlah konsekuensi setelah sosoknya terungkap sebagai pelaku penganiayaan dan yang melumurkan kotoran manusia ke YouTuber penista agama Muhammad Kece. Sebab kini terpidana kasus suap Djoko Tjandra itu dijebloskan ke sel isolasi di Rumah Tahanan Bareskrim Polri.

Napoleon dimasukkan ke sel isolasi setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 10 jam hingga pukul 23.00 WIB pada Selasa (21/9). "Untuk kepentingan saksi-saksi dan penyidikan, sejak tadi malam, Bareskrim mengisolasi NB," ujar Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, Rabu (22/9).

Konsekuensi menghuni sel isolasi adalah Napoleon tidak boleh keluar kecuali untuk penyidikan kasus penganiayaan terhadap Kece. "Iya betul, tidak boleh keluar kecuali untuk kepentingan penyidikan," jelas Andi.


Lebih detail dijelaskan, Napoleon harus dipisahkan dari tahanan lain demi kepentingan saksi-saksi yang diperiksa oleh polisi selama proses penyidikan berlangsung. Sebab beberapa saksi yang diperiksa termasuk tahanan hingga penjaga rutan itu sendiri.

Sedangkan kini penyidik akan melanjutkan investigasi kasus dengan mengevaluasi serangkaian hasil pemeriksaan saksi dan bukti-bukti yang telah dikantongi untuk melakukan gelar perkara sebelum menetapkan tersangka. "Hari ini penyidik akan mengevaluasi hasil pemeriksaan-pemeriksaan terdahulu dan kemarin," tutur Andi.

Sebagai informasi, Kece dianiaya oleh Napoleon dengan dibantu oleh tiga tahanan lain di Rutan Bareskrim Polri. Sang mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri mengaku tidak terima dengan penistaan agama yang dilakukan Kece.

Dan dari rekaman CCTV terlihat Napoleon melakukan aksi itu pada tengah malam selama sekitar satu jam. Dan dari rekaman CCTV pula terungkap sosok salah satu tahanan yang membantu Napoleon, yakni eks Panglima FPI Maman Suryadi. Sedangkan dua tahanan lain yang membantu adalah dari kasus pidana umum.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts