Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Gatot S Dewa Broto, mengungkapkan kapasitas hadirin PON XX Papua yang datang langsung di stadion dibatasi 25 persen dari kapasitas.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 24 September 2021 - 10:54 WIB
WowKeren - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua siap digelar pada 2 Oktober hingga 15 Oktober 2021 mendatang. Namun karena digelar di masa pandemi COVID-19, kapasitas penonton PON XX Papua yang hadir langsung di stadion turut dibatasi.
"Jumlahnya 25 persen dari kapasitas stadion," ungkap Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Gatot S Dewa Broto.
Menurut Gatot, jumlah tersebut telah termasuk anggota ofisial, tenaga kesehatan, petugas pertandingan, dan juga media. Adapun pembukaan PON tahun ini akan digelar di Stadion Lukas Enembe dan di Jembatan Merah di atas Teluk Youtefa.
Sementara itu, peserta PON XX Papua 2021 wajib melaksanakan dua syarat penting. Kewajiban tersebut adalah melakukan tes PCR COVID-19 pada saat keberangkatan ke Papua dan pada saat kepulangan.
Gatot sendiri telah menyatakan bahwa gelaran PON XX Papua tahun ini tak dapat meniru protokol kesehatan di ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang digelar pada 23 Juli hingga 9 Agustus 2021 lalu. "Ada perbedaan anggaran dan sebagai macamnya sehingga kami tidak bisa meniru hal tersebut secara keseluruhan," jelas Gatot.
Sebelumnya, Menpora Zainudin Amali menyatakan bahwa kesuksesan PON XX Papua akan menjadi kesuksesan seluruh bangsa Indonesia. Menpora Amali juga telah meninjau empat wilayah klaster PON XX Papua, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.
"PON XX Papua telah siap digelar, bahkan sudah ada yang tes even. Sebagaimana tagline Torang Bisa, Papua bisa menyelenggarakan even besar berskala nasional. Sukses PON Papua adalah Sukses Indonesia," kata Menpora Amali kala menjadi narasumber TV Polri, 14 September 2021 lalu.
Lebih lanjut, Menpora Amali mengungkapkan bahwa sumber daya manusia (SDM) pendukung di ajang olahraga empat tahunan ini telah disiapkan dengan baik. "Untuk SDM pendukung sudah siap relawan yang benar-benar bisa menjadi pelayan yang baik, menjadi penghubung sehingga para kontingen akan ada perasaan nyaman," jelasnya.
Selain itu, Menpora Amali juga menuturkan bahwa PON XX Papua akan menerapkan sistem bubble. Penerapan sistem tersebut bertujuan untuk menekan pergerakan peserta di Papua.
"Sistem bubble to bubble juga akan diterapkan, artinya semua kontingen yang bermain di salah satu klaster, datang dan pulang juga dari klaster tersebut, itu untuk menekan pergerakan agar tidak menyebar kemana-mana," pungkasnya.
(wk/Bert)