Menlu Retno Lobi Negara Asing Demi Hapus Indonesia dari Red List COVID-19
Twitter/Menlu_RI
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta negara asing untuk mempertimbangkan menghapus Indonesia dari red list karena situasi COVID-19 di Tanah Air yang mulai terkendali.

WowKeren - Indonesia boleh dibilang sudah mulai berhasil mengendalikan wabah COVID-19. Atas alasan itulah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta negara-negara asing yang masih memasukkan Indonesia ke red list COVID-19 agar mempertimbangkan kembali kebijakan mereka.

"Secara khusus, terhadap beberapa negara yang masih menerapkan red list, saya minta agar situasi di Indonesia saat ini dapat dipertimbangkan," ujar Retno lewat siaran persnya dari New York, Amerika Serikat, Sabtu (25/9). "Untuk mengubah status red list tersebut."

Sebagai informasi, lonjakan kasus COVID-19 beberapa waktu belakangan membuat beberapa negara luar memasukkan Indonesia dalam daftar merah untuk membatasi mobilitas. Namun kini sudah ada negara yang mengakui penurunan kasus COVID-19 sehingga mengeluarkan Indonesia dari daftar merah, seperti Prancis.

Retno, dalam upayanya melobi, mengungkapkan situasi pengendalian wabah virus Corona di Tanah Air. "Dan saya sampaikan positivity rate di Indonesia saat ini rata-rata di bawah 2 persen, di bawah standar WHO sebesar 5 persen, di mana sebelumnya sempat mencapai titik 31 persen," terang Retno.


Karena itulah Retno berharap agar mobilitas Indonesia di internasional tak lagi benar-benar dibatasi dengan adanya red list tersebut. Apalagi karena Indonesia juga terus berupaya untuk mengendalikan wabah dengan menambah stok hingga memperluas cakupan vaksinasi COVID-19.

Hal ini pun terbukti dari negosiasi yang kembali berhasil membuat Indonesia mendapatkan komitmen pemberian 800 ribu dosis vaksin COVID-19 dari AS, sebagaimana dilaporkan oleh Menlu Retno. Kabar ini datang setelah Retno mengadakan pertemuan bilateral dengan Wakil Menlu AS Victoria Nuland dan disebutkan vaksin akan diberi melalui Fasilitas COVAX.

"Dalam pertemuan tersebut, setelah kita membahas pandemi dan lain-lain, maka AS kembali menyampaikan keputusan untuk memberikan tambahan vaksin kepada Indonesia," kata Retno. "Melalui COVAX Facility sebesar kurang lebih 800 ribu dosis."

"Dalam waktu dekat akan tiba di Indonesia," imbuh Retno. Hanya saja Retno tak menyebutkan vaksin merek apa yang akan dikirimkan AS untuk Indonesia.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts