Kapan Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Divaksinasi COVID-19? Ini Kata Pemerintah
Flash90/Olivier Fitoussi
Nasional

Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro, mengakui bahwa sejumlah produsen vaksin COVID-19 telah merilis berita pers bahwa produk mereka terbukti aman untuk anak usia 5-11 tahun.

WowKeren - Pemerintah Indonesia masih terus mengkaji vaksinasi COVID-19 bagi anak usia di bawah 12 tahun. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19, dr. Reisa Broto Asmoro.

Reisa mengakui bahwa sejumlah produsen vaksin COVID-19 telah merilis berita pers bahwa produk mereka terbukti aman dan memunculkan antibodi untuk anak usia 5-11 tahun. Meski demikian, tutur Reisa, penelitian ini masih dikaji oleh kolega sesama ahli atau peer group dan juga WHO.

"Pemerintah Indonesia juga masih terus mengkaji bersama dengan badan otoritas yang berwenang mengenai keamanan Vaksin COVID-19 untuk anak di bawah usia 12 tahun," papar Reisa dalam keterangan pers pada Jumat (1/10).

Meski vaksinasi masih dikaji, Reisa menyatakan bahwa pada dasarnya anak di bawah 12 tahun harus tetap dilindungi. Reisa mengatakan perlindungan anak dari COVID-19 dapat dilakukan dengan dua jurus.


"Yang pertama, kenalkan pada prokes (protokol kesehatan) yang ketat. Ajak mereka menjadi superhero dengan belajar memakai masker dan sering mencuci tangan," papar Reisa. "Didik anak-anak agar paham bahwa tidak semua ruang publik itu aman bagi mereka. Dan bahkan bepergian ke luar rumah pun harus pilih-pilih."

Kemudian jurus kedua adalah memastikan imunisasi dasar rutin yang lengkap untuk anak di bawah 12 tahun. Orangtua juga perlu memastikan bahwa asupan gizi dan kegiatan fisik anak sesuai dengan grafik tumbuh kembang agar mereka dapat bertumbuh secara optimal sesuai dengan usianya.

"Selagi vaksinasi COVID-19 untuk anak belum tersedia, cara utama untuk melindungi anak di bawah 12 tahun adalah dengan cara memastikan orang-orang dewasa di sekitar mereka sudah divaksinasi. Ayah, ibu, pengasuh, asisten rumah tangga, atau kakek-nenek, saudara dekat yang tinggal bersama di satu rumah," jelas Reisa.

Reisa menegaskan bahwa orang-orang yang telah memenuhi syarat vaksinasi harus segera mendapat suntikan vaksin COVID-19. Hal tersebut merupakan upaya kolektif kekebalan komunitas.

"Terkadang, meski hanya delapan dari 10 orang yang tervaksinasi di dalam rumah, 100 persen penghuni rumah akan mendapatkan manfaatnya (vaksinasi)," pungkas Reisa.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait