Cerita unik datang dari salah seorang atlet binaraga yang berhasil menyabet medali emas kelas 65 kg di ajang PON XX Papua. Oto Gideon Wantik membagikan tips kesuksesannya dalam meraih gelar juara.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 05 Oktober 2021 - 12:12 WIB
WowKeren - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang digelar di Papua dan telah resmi dibuka oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Oktober lalu berlangsung dengan meriah, meski dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19. Sejumlah cabang olahraga (cabor) telah dipertandingkan dan mendapatkan juaranya.
Salah satu yang telah mendapat medali emas adalah atlet binaraga Papua, Oto Gideon Wantik. Ia lantas membagikan tips kesuksesannya yang telah berhasil menyabet medali emas di ajang PON XX Papua.
Oto mengaku bahwa ulat sagu menjadi alternatif asupan protein hewani yang efektif dalam menambah masa otot. "Ulat sagu proteinnya bagus, Papua kaya dengan protein yang begitu luar biasa, saya kira di Papua tidak ada yang kurang," terang Oto usai menyabet emas PON Papua kelas 65 kg di Jayapura, Senin (4/10).
Sementara itu, berdasarkan penelitian, menyebutkan bahwa larva dari kumbang merah kelapa (Rhynchophorus ferrugenesis) yang kerap bertelur di pucuk pohon sagu, berprotein 9,34 persen atau hampir separuh dari daging merah yang mencapai 28 gram lebih protein per 100 gram konsumsi. Selain itu, santapan khas masyarakat Papua itu juga mengandung beberapa asam amino esensial, seperti asam aspartat (1,84 persen), asam glutamat (2,72 persen), tirosin (1,87 persen), lisin (1,97 persen), serta methionin (1,07 persen).
Di sisi lain, Oto meyakini bahwa ulat sagu memiliki kemampuan untuk membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari serangan virus dan bakteri. Kemudian kandungan asam lemak pada ulat sagu juga mampu menghalau peradangan pada tubuh dan menurunkan kadar trigliserida sehingga jantung akan menjadi lebih sehat.
Oto menjelaskan mengenai rasa dari ulat sagu itu disebut mirip dengan sensasi menyantap potongan lemak daging sapi, namun dengan semburat rasa gurih yang lebih kuat. Ia pun mengatakan bahwa masyarakat Papua biasanya menyantapnya dengan cara dibakar agar lebih sedap di mulut.
"Kalau saya biasanya dibungkus dengan lalapan daun. Kalau menurut saya ulat sagu lebih mirip sama rasa ikan salmon, sangat cocok buat protein tubuh," jelas Oto. "Baik untuk protein dan otot. Karena dia punya lemak itu bukan lemak jenuh."
(wk/tiar)