PON XX Papua telah berlangsung dengan khidmat, meski dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19. Salah satu cabor yang dipertandingkan di PON XX ini disebut akan masuk rekor MURI.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Selasa, 05 Oktober 2021 - 13:04 WIB
WowKeren - Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua telah berlangsung dengan meriah. Sejumlah atlet nasional di masing-masing bidangnya juga telah menorehkan prestasinya.
Salah satu cabang olahraga yang juga dipertandingkan di PON XX Papua adalah paralayang. Sementara untuk paralayang nomor tandem lintas alam disebut bakal masuk pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Wahyu Yudha selaku Ketua Paralayang Indonesia menuturkan bahwa tandem lintas alam tersebut akan menjadi tandem terbanyak di dunia. "Targetnya 23 parasut tandem, rencananya akan dimulai pukul 10 pagi waktu Jayapura," terang Wahyu di Jayapura kepada Antara, Selasa (5/10).
Wahyu menuturkan bahwa dalam kegiatan lomba paralayang itu merupakan lintas alam tandem individual dan beregu. Sebelumnya, cabor ini telah menyelesaikan pertandingan babak pertama nomor lintas alam (Cross Country) baik untuk kategori individual putra maupun putri, beregu putra dan putri pada Senin (4/10) kemarin.
Wahyu mengungkapkan bahwa dalam nomor lintas tersebut diikuti oleh seluruh atlet yang terdiri dari 46 atlet putra dan 18 atlet putri yang berasal dari 9 provinsi. Adapun kegiatan ini dilakukan di arena paralayang Kampung Buton, Kota Jayapura.
Sementara untuk cabor paralayang nomor ketepatan mendarat atau accurancy pada PON XX Papua telah menyelesaikan babak keempat. Nomor tandem ketepatan ini diikuti oleh 23 pasang atlet paralayang dengan total 46 orang. Mereka berasal dari 9 provinsi dan dilaksanakan di arena Kampung Buton, Kota Jayapura.
PON XX Papua ini sendiri telah dibuka secara resmi oleh Presiden Joko Widodo. Meski dilaksanakan di tengah pandemi COVID-19, pembukaan perhelatan olahraga nasional itu tetap khidmat dan meriah.
Sejauh ini, sudah banyak atlet yang menorehkan prestasi atau menyabet medali emas di ajang PON XX Papua. Belakangan, dikabarkan ada dua atlet judo dari Provinsi Kalimantan Timur yang harus tertahan di Mimika lantaran terkonfirmasi positif COVID-19.
Menanggapi kabar tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menegaskan bahwa PON XX Papua akan tetap digelar. Ia menyebut bahwa temuat kasus positif COVID-19 pada atlet tersebut tidak akan mempengaruhi pelaksanaan PON XX Papua.
(wk/tiar)