Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Nyoman Antari, membenarkan adanya enam atlet PON XX Papua dari berbagai provinsi yang positif terpapar COVID-19.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 05 Oktober 2021 - 15:20 WIB
WowKeren - Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua telah resmi dibuka sejak 2 Oktober 2021 lalu. Namun hingga kini sudah ada enam orang atlet yang berlaga di arena Jayapura PON XX Papua dinyatakan positif COVID-19.
Melansir Antaranews pada Selasa (5/10), Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Nyoman Antari, telah membenarkan adanya enam atlet PON dari berbagai provinsi yang positif terpapar COVID-19. Dua orang berasal dari DKI Jakarta, dua orang dari Sumatera Utara, satu orang dari Nusa Tenggara Timur, dan satu orang dari Kalimantan Timur.
Kini, atlet-atlet yang positif terpapar COVID-19 tersebut telah menjalani isolasi. Ada yang dirawat di tempat isolasi terpusat terapung KM Tidar dan Rumah Sakit Provita, ada pula yang menjalani karantina mandiri.
Sebelumnya diberitakan bahwa dua atlet judo dari Kaltim harus bertahan di Mimika karena dikonfirmasi COVID-19. Hal ini terungkap ketika tim judo akan kembali ke provinsinya, dan alhasil keduanya pun segera dirujuk untuk menjalani perawatan di rumah sakit di Mimika.
"Jadwal kepulangan tim Judo Kaltim menuju Kaltim pada 3 Oktober 2021," terang Pelatih Judo Kaltim, Adianoor, dikutip dari Antaranews pada Senin (4/10). "Dari tiga atlet yang menjalani tes PCR, dua atlet dinyatakan positif dengan status tanpa gejala."
Di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali telah memastikan bahwa PON XX Papua tidak akan terpengaruhi temuan atlet positif COVID-19 tersebut. Menurut Amali, para atlet sudah divaksinasi sebelum berlaga di PON XX Papua. Apabila ada satu hingga dua orang yang positif COVID-19, tutur Amali, itu merupakan hal biasa.
"Satu kena, (PON XX Papua) langsung dihentikan, tidak mungkin lah. Kan sudah berjalan, bahkan ada yang sudah dapat medali," jelas Amali.
"Itu dari awal, dari technical meeting, sudah diberitahu bahwa bagi cabang olahraga yang atletnya ada yang terindikasi positif langsung diisolasi," sambung Amali. "(Atlet) yang lain tetap jalan saja."
(wk/Bert)