Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua Mayjen TNI (Purn) Suwarno menegaskan bahwa atlet yang melanggar ketentuan sistem bubble akan diberi sanksi.
- Diah Candra Trisanti
- Rabu, 06 Oktober 2021 - 07:51 WIB
WowKeren - Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua telah resmi dibuka sejak 2 Oktober 2021 lalu. Di tengah kemeriahan PON XX Papua, belum lama ini ditemukan sudah ada enam orang atlet yang terpapar virus Covid-19. Kasus positif Covid-19 ini pun kini bertambah menjadi 29 orang.
Diakui Satuan Tugas (satgas) Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Papua, ada empat klaster PON Papua. 29 orang yang dinyatakan positif Covid-19 terdiri atas atlet, official dan panitia pelaksana (panpel).
Adapun penyebaran positif Covid-19 itu yakni 13 orang di Timika, 7 orang di Kabupaten Jayapura, 6 orang di Kota Jayapura dan 3 orang di Merauke. Rata-rata mereka bergejala ringan dan ada yang tanpa gejala.
"Seluruhnya sudah divaksin di daerahnya sebelum datang ke Papua untuk mengikuti PON XX," ungkap Jubir SGPP Covid-19 Papua, dr.Silwanus Sumule, pada Selasa (5/10) malam. Dari 29 kasus, satu kasus sudah dinyatakan sembuh.
"Penanganan dilakukan pada pertama yakni terpusat, teristimewa pada kapal-kapal yang dipersiapkan oleh Satgas yang bekerjasama dengan PB PON dan Rumah Sakit Mitra yang bekerjasama dengan PB PON," terang Sumule. "Dan ada satu kasus yang diminta untuk dilakukan isolasi mandiri dengan pemantauan ketat tenaga kesehatan. Kondisi mereka tanpa gejala dan gejala ringan."
Asal atlet, official maupun Panpel yang terpapar berasal dari DKI Jakarta, Sumatera Utara, NTT dan Kalimantan Timur. Selain itu, ada pula Banten, Sulawesi Selatan, Jawa Timur dan Jawa Barat.
Menurut Sumule, sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XX, Papua sudah menyiapkan berbagai skema untuk penanganan Covid-19. Terinfeksinya para atlet, official dan Panpel kemungkinan ada banyak faktor, termasuk akibat membeludaknya warga yang ingin menonton pertandingan.
"Meski kami belum bisa simpulkan, namun yang jelas akibat adanya kontak, entah dengan pemain lain, warga, maupun Panpel Cabor. Yang kami lakukan saat ini, berdasarkan pengalaman, maka Tim Satgas tetap melakukan penanganan baik di hulu maupun di hilir," tambah Sumule. "Di hulu kita tetap pressing 3 T, sementara di hilir kami sedang mempersiapkan sejumlah rumah sakit-rumah sakit baik milik provinsi maupun kabupaten kota dan Rumah Sakit Mitra."
Sementara itu Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XX Papua Mayjen TNI (Purn) Suwarno menegaskan, atlet yang melanggar ketentuan sistem bubble akan diberi sanksi. Dalam sistem bubble, gerak semua pihak agar hanya beraktivitas sesuai kegiatan PON saja. Atlet hanya diperkenankan bergerak dari penginapan ke tempat pertandingan dan sebaliknya.
(wk/diah)